SEKATO | MUARO JAMBI –Aksi dugaan pencabulan kembali terjadi di dunia pendidikan pondok pesantren (ponpes). Seorang alumni santriwati dari sebuah ponpes di kawasan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi, diduga mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari oknum pimpinan ponpes tersebut.
Kejadian ini terungkap setelah ayah korban berinisial An mendapatkan informasi dari masyarakat setempat. Disebutkan, adanya dugaan pencabulan yang dialami anaknya berinisial D (19).
“Saya tanya di rumah, anak kami bilang dan bercerita memang benar,” ujar ayah korban bersedih, dikutip dari laman okezone Sabtu (24/9).
Menurut korban, katanya, aksi dugaan pelecehan dilakukan terduga pelaku masih di dalam area ponpes.
Modus pelaku, sambungnya, yakni menyelinap masuk ke dalam kamar korban saat malam hari.
“Saat itulah terjadi. Bisa dikatakan lebih dari satu kali atau berulang kali,” tandas An.
Atas kejadian yang mencoreng nama keluarganya ini, An menduga kasus pencabulan yang dialami anaknya terjadi sudah sejak lama.
Tidak terima dengan perlakuan oknum pimpinan ponpes berinisial AA (47), keluarga langsung melapor ke Polsek Sungaigelam.
Dirinya berharap, terduga pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya dan proses hukum harus dijalankan tanpa harus ditutup-tutupi.
“Saya pribadi sebagai orang tua pasti tidak terima anak kami diperlakukan seperti itu. Saya minta ditindak seadil-adilnya secara hukum yang berlaku,” tuturnya.
Sementara itu, pihak Polsek Sungaigelam bersama penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Muarojambi langsung menindaklanjuti laporan korban.
“Untuk kasus ini, kita telah berkordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Muarojambi,” tutur Kanit Reskrim Polsek Sungaigelam, Ipda Irmansyah.
Dari informasi yang didapat, terduga pelaku yang sebelumnya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polsek Sungaigelam, kini dibawa ke Polres Muarojambi guna pemeriksaan lebih lanjut. (*/dar)
Discussion about this post