SEKATO.ID, JAMBI – Ribuan peluang kerja dibuka dalam Job Fair Kota Jambi 2026 yang digelar di kawasan Banjuran Budayo, Kota Baru, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 itu langsung dipadati anak-anak muda yang berburu masa depan.
Maulana bersama Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau lokasi job fair. Suasana ramai terlihat sejak pagi, dengan antrean pencari kerja memenuhi stan perusahaan yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Maulana mengatakan, job fair tersebut berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 44 perusahaan. Ribuan lowongan kerja disiapkan untuk masyarakat Jambi, mulai dari sektor kesehatan, kosmetik, perhotelan hingga peluang kerja luar negeri.
“Untuk lowongan dalam negeri tersedia 876 tenaga kerja. Kemudian luar negeri government to government sebanyak 3.700 tenaga kerja dan private to private sekitar 900 tenaga kerja. Total keseluruhan ada 4.576 kebutuhan tenaga kerja,” ujar Maulana.
Menurutnya, job fair bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda.
Salah satu yang paling menyita perhatian pengunjung adalah program perekrutan tenaga kerja ke Jepang. Sebuah perusahaan disebut membuka kesempatan bagi 150 anak muda Jambi untuk mendapatkan pelatihan sebelum diberangkatkan magang ke Negeri Sakura.
Menariknya, biaya pelatihan disebut bisa ditanggulangi terlebih dahulu sehingga peserta tetap memiliki kesempatan mengikuti program tersebut. Tak hanya bekerja, peserta juga diberi peluang melanjutkan pendidikan selama berada di Jepang sesuai jurusan yang diminati.
“Ini peluang besar bagi anak-anak yang baru tamat SMA. Mereka bisa bekerja di luar negeri, pulang membawa modal, pengalaman dan ilmu untuk menjadi pengusaha,” katanya.
Maulana juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Dalam job fair tersebut, tersedia lowongan khusus di bidang perhotelan dan restoran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta disabilitas, lengkap dengan pelatihan khusus dan perlindungan hukum.
Selain membuka akses kerja, Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan seperti ini mampu membangun mental kerja keras di kalangan anak muda. Maulana menegaskan tidak ada keberhasilan yang bisa diraih tanpa perjuangan dan kemauan untuk terus mencari peluang.
“Jangan patah semangat. Perjuangan itu selalu dimulai dari bawah. Yang penting punya semangat, mau bekerja keras dan memanfaatkan peluang yang ada,” tutupnya.
(IMG)












Discussion about this post