SEKATO.ID| JAMBI – Surat edaran (SE) Walikota Jambi nomor DG.00.02/886/SE/2021 tertanggal 3 November 2021 lalu , tentang pengaturan penggunaan bahan bakar solar untuk kendaraan roda enam atau lebih di SPBU wilayah dalam Kota Jambi, mulai berlaku hari ini Senin 8 November 2021.
Pemberlakukan SE dari Walikota Jambi tersebut dibenarkan oleh Kepala Diskominfo Kota Jambi Abu Bakar. Abu Bakar mengatakan dalam edaran tersebut dijelaskan, penggunaan bahan bakar solar untuk setiap kendaraan roda enam atau lebih dalam SPBU wilayah Kota Jambi dibatasi maksimal pembelian 30 liter dalam 1 hari, kecuali kendaraan angkutan bahan-bahan esensial kebutuhan masyarakat.
” Selain dibatasi dalam edaran juga dijelaskan untuk pembelian bahan bakar di SPBU dalam Kota Jambi tidak diperkenankan keluar dari area SPBU, jika melanggar itu merupakan tanggungjawab pihak SPBU” kata Abu Bakar”.
Kepala Diskominfo Kota Jambi mengatakan bahwa pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan surat edaran tersebut dilakukan oleh tim terpadu Pemerintah Kota Jambi dan TNI-Polri.
Diketahui sebelumnya Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, berdasarkan hitungan balai transportasi darat, mobil batu bara yang melintas di Kota Jambi lebih kurang 4000 mobil, belum mobil angkutan sawit. Dengan banyaknya jumlah angkutan tersebut menjadi penyebab antrean panjang solar di SPBU dalam Kota Jambi. Sehingga diambil kebijakan pembatasan.
Kata Fasha, untuk mobil truk sembako, ekspedisi, travel tidak dilakukan pembatasan. Mereka diperbolehkan mengisi sesuai kebutuhan.
“Akan kita turunkan personil ditiap-tiap SPBU untuk menjaga dan mengawasi pendistribusian oleh operator SPBU,” jelasnya.
Mekanisme penerapan pembatasan tersebut, akan ada tim gabungan TNI/Polri dan Pemkot Jambi untuk melakukan penjagaan di SPBU. Petugas berjaga diatur 3 shif. Mereka akan mengawasi, baik kerja operator SPBU dan juga antrean truk-truk.
“Banyak keluhan menumpuknya truk-truk. Juga membuat warga Kota Jambi tidak kebagian solar. Ditambah lagi, banyak truk yang modifikasi ukuran tangki. Pertamina tidak menambah kuota solar,” katanya.
Jika nantinya ada SPBU yang nakal, Fasha meminta agar Pertamina menghentikan pasokan solar ke SPBU tersebut. (dk)












Discussion about this post