JAMBI — Dialog yang digelar Civitas Akademika Universitas Jambi (UNJA) bersama Mentri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (MenDikbudRistek) Nadiem Makariem Anwar tersebut sempat diwarnai dengan klaim keterwakilan dari Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI), Selasa (21/9/2021).
Pertemuan yang digelar sangat sederhana dengan konsep lesehan trtdrbut di ikuti Rektor, Parakademisi, dan Korpus IMAKIPSI, Refor Diansyah di Balairung UNJA.
Ketua IMAKIPSI, Refor Diansyah mengatakan kedatangan Nadim Makarim Anwar tersebut menurutnya sebuah momentum yang baik untuk dirinya menyampaikan sejumlah kajian terkait pendidikan di Indonesia.
“Saya mendapat informasi jika Mendikbudristek Nadim Makarim akan ke Jambi, saya sudah menyiapkan sejumlah kajian kajian terkait kondisi pendidikan Indonesia dan keresahan mahasiswa keguruan,”kata Putra Dserah Jambi yang menjadi Korpus IMAKIPSI kepada sekato.id.
Seketika, kata Refor dirinya langsung melakukan komunikasi ke Dirjen Dikti Prof Nizam yang saat itu mendampingi Nadim Makarim ke Jambi.
“Paginya permintaan dikabulkan oleh protokoler kegiatan untuk IMAKIPSI mengirimkan satu delegasi nya dalam dialog bersama Kemdikbudristek,”ujarnya.
Refor menyebutkan namun dirinya sangat terkejut saat akan menghadiri pertemuan dengan Nadim di Balairung Unja. Sebab, dirinya yang sudah koordinasi tersebut tidak bisa masuk. Alasan yang disampaikan protokol jika ada sejumlah mahasiswa yang sudah mewakili IMAKISPI.
“Saya terkejut, siapa yang mewakili IMAKPSI, badahal saya Koordinator Pusat (Korpus) IMAKIPSI saya juga tidak megutus siapapun untuk mewakili Imakipsi di pertemuan ini,”ujarnya.
“Saya mencoba memastikan lagi di buku tamu, ternyata ada dua nama yang masuk membawa nama IMAKIPSI dua mahasiswa FKIP Unja,”sambungnya
Melihat kondisi ini, Refor kemudian kembali berkoordinasi dengan Dirjen Dikti yang mendampingi Nadim di Unja itu. Ia pun akhirnya bisa bertemu Nadim dan memberikan kajian.
“Alhamdulilah bisa memberikan kajian langsung, tapi yang mengklaim IMAKIPSI kami minta yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada IMAKIPSI,”katanya.
Terkait dengan Klaim tersebut menurut Refor bentuk pencorengen nama IMAKIPSI oleh dua oknum Mahasiswa FKIP UNJA. “Ini soal organisasi lagi, kita meminta mereka ada etikat baik meminta maaf secara terbuka.”tandasnya












Discussion about this post