SEKATO.CO.ID | SAROLANGUN – Keruhnya air sungai Batang Tembesi Sarolangun mendapat sorotan dari Gubernur Jambi, Dr. H.Al Haris, S.Sos. Ini disampaikan langsung saat pelepasan Tim Ekspedisi Milir Berakit, Jumat (30/12) di Ancol Sarolangun.
Dalam sambutannya, mantan Bupati Merangin itu mengatakan bahwa sungai Batang Tembesi dan Batang Merangin merupakan salah satu penyumbang keruhnya air sungai Batanghari saat ini. Akibatnya, tingkat pencemaran air sungai Batanghari hampir menyentuh angka ambang batas.
“Angka pencemaran air sungai Batanghari saat ini mecapai 49,00 sekian persen. Kalau sudah melebihi angka 51 persen, artinya air tidak bisa diminum. Lantas kemana kita mau mencari air, bayangkan ini persoalan kita sekarang,” tegas Al Haris.
“Kaitannya dengan Sungai Tembesi dan Batang Merangin adalah karena dia penyumbang dari keruhnya sungai Batanghari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Al Haris menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Jambi tengah konsen mengupayakan untuk mengurangi pencemaran serta mengembalikan Sungai Batanghari menjadi bersih seperti dahulu.
Dalam upaya untuk merealisasikan cita-cita tersebut, Pemprov Jambi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi serta beberapa pihak terkait telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti Lomba Kampung Mantap, yang sudah berlangsung sejak bulan Oktober hingga November lalu, kemudian disusul kegiatan Milir Berakit.
“Ada gerakan moral, supaya kita mungkin bisa sadar, bahwa ke depan anak cucu kita terancam, ibu-ibu hamil ngeri minum air sungai kita sekarang karena akan berdampak buruk kepada anak-anak dan bayinya,” ujarnya.
“Jadi harapan saya, kegiatan-kegiatan ini tidak hanya sebatas ekspedisi tetapi gerakan moral. Jadi tugas kita saat ini adalah mengajak agar generasi berikutnya bisa merubah dan sadar bahwa sungai ini adalah dan kebutuhan kita yang luar biasa. Karena ini air minum kita soalnya,” paparnya.
Sementara itu, Pj Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt., M.M dalam sambutannya mengatakan jika kondisi sungai Batang Tembesi saat ini memang cukup keruh. Melalui kegiatan milir berakit, dia berharap kesadaran akan pentingnya sungai menjadi tumbuh bagi seluruh masyarakat Sarolangun dan generasi berikutnya.
Selain itu, beberapa tebing sungai yang dalam kondisi sudah runtuh juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sarolangun ke depan. “Kondisi sungai yang keruh inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk mengambalikan fungsinya seperti biasanya. Kemudian tebing-tebing sungai yang sudah mulai runtuh merupakan tugas kami untuk melaporkan kepada Balai Pusat karena ini ranahnya BWS,” jelasnya. (Rik)












Discussion about this post