SEKATO.CO.ID | SAROLANGUN – Dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jambi ke-66 Tahun 2023, ekspedisi milir (hilir) berakit secara resmi dimulai. Sebagai langkah awal upaya menjaga kelestarian dan membangkitkan kembali peradaban tua Sungai Batanghari, sebanyak 17 rakit dilepas langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S. Sos, Jumat (30/12) di Ancol Sarolangun.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan bahwa, milir berakit bukan sebatas kegiatan menyusuri Sungai Tembesi-Batanghari, namun lebih dari itu yakni membawa gerakan moral bagi generasi penerus agar lebih peduli terhadap kelestarian Sungai Batanghari.
“Milir berakit adalah kegiatan moral. Bagaimana kita bisa mengembalikan Sungai Tembesi-Batanghari menjadi bersih kembali,” terang Al Haris.
Menurut Al Haris, kondisi pencemaran Sungai Batanghari saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Betapa tidak, angka pencemaran yang hampir menyentuh ambang batas menjadi ancaman serius untuk ketersediaan air minum bagi masyarakat Provinsi Jambi.
“Ada lebih kurang 2 juta orang yang minum ari Sungai Batanghari, diluar Sarolangun, Merangin dan Kerinci. Selebihnya dari mulai Muaro Bungo, Tebo, Batanghari, Muaro Jambi, Kota Jambi dan Tanjab Timur semuanya minum air Sungai Batanghari. Sementara pencemarannya sudah di ambang batas, 49.00 sekian. Kalau sudah melebihi angka 51 persen, artinya air tidak bisa diminum PDAM. Lantas kemana kita mau mencari air, bayangkan ini persoalan kita sekarang,” terangnya.
Lebih lanjut, melalui kegiatan Milir Berakit, Al Haris berharap semangat untuk mengembalikan fungsi dan kebersihan sungai Batanghari bisa terlaksana.
“Untuk itu saya mendukung dan mengucapkan terimakasih atas ide dari Ayahanda Drs.Antony Zeidra Abidin dan Ayahanda Drs. Hasan Basri Agus, M.M, melalui kegiatan ini ada gerakan moral supaya kita sadar akan pentingnya mengembalikan kebersihan Sungai Tembesi, Batanghari dan sungai-sungai lainnya di Provinsi Jambi,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Bupati Sarolangun, Henrizal, S.Pt., MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan milir berakit mengingatkan kembali kejayaan Sungai Batanghari. Dimana Sungai Batanghari tidak hanya sebatas alat transportasi yang strategis, namun juga menjadi jalur perdagangan serta melahirkan beragam macam sosial budaya.
“Kondisi sungai yang keruh inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan fungsi sungai seperti biasanya. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jambi. Kalau seandainya air sungai ini bersih, maka tentu akan menjadi sangat indah apalagi di tengah Kota Sarolangun. Dengan lampu-lampu hiasan yang sudah kita buat, kalau airnya jernih tentu akan lebih baik lagi. Terimakasih kepada kawan-kawan TNI-Polri, Panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.
Untuk diketahui, ekspedisi milir berakit ini diperkirakan akan memakan waktu enam hari, yang dimulai dari Sungai Tembesi Sarolangun dan akan berakhir di Ancol Jambi Sungai Batanghari pada Jumat (6/1/2023) mendatang. (rin)












Discussion about this post