• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng. (detikcom)

Debat Panas Andi Mallarangeng vs Ngabalin di Kisruh Demokrat

Editor Ara Permana Putra
08/03/2021
in POLITIK
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID – Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Andi Mallarangeng terlibat debat panas dengan tenaga ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin terkait acara yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat. Yang Andi dan Ngabalin perdebatkan terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bagaimana debat panas antara Andi dan Ngabalin bisa terjadi?

Dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Nanti Kita Cerita tentang Demokrat Hari Ini’ yang ditayangkan di kanal YouTube MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021), Andi membicarakan perihal komunikasi seorang Presiden dengan orang-orang di lingkarannya. Konteks yang Andi bicarakan yakni antara Presiden Jokowi dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Seperti diketahui, Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum (Ketum) dalam KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Moeldoko pun menerima keputusan KLB tersebut.

“Bagi saya, masa sih orang macam dalam lingkaran dalam Presiden, tiap hari ketemu Presiden, kira-kira mau jadi ketum partai, kira-kira ngomong dulu nggak? Masa kita nggak minta izin sih, masa nggak ngomong sih,” ujar Andi.

Kekhawatiran kemudian muncul di benak Andi. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu khawatir pemerintahan Presiden Jokowi justru membiarkan ‘orang-orangnya’ mengintervensi partai lain.

Baca juga

Menyikapi Serangan Personal dalam Politik

AHY Sebut Infrastruktur Era Jokowi 70-80 Persen Dibangun SBY

Survei Poltracking: Elektabilitas PDIP Teratas, PPP Tidak Memenuhi Ambang Batas Parlemen

Aang Purnama: Usai Terima SK Hari Ini, DPC Partai Demokrat Sarolangun Siap Gerak Cepat Hadapi Pemilu

Ketua DPD Partai Demokrat Jambi Sempatkan Diri Bertemu Hasan Basri di Tanjab Barat

“Dan kalau betul itu dilakukan dan kemudian tidak ada (pencegahan), dan dibiarkan, saya khawatir ini memang pemerintahan Jokowi membiarkan kejadian-kejadian semacam ini, membiarkan terjadinya intervensi dari orang yang sedang berkuasa. Jabatan Pak Moeldoko itu Kepala Staf Presiden, itu jabatan politik. Lalu melakukan gerakan-gerakan politik,” ujar Andi.

“Nah, ini karena jabatannya, yang punya bos atasan atau karena dirinya sendiri, bagaimana membedakan itu? Kita menunggu sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh Pak Jokowi. Kita sudah kirim surat, kok. Tapi sampai sekarang tidak ada jawaban,” sambungnya.

Pernyataan Andi inilah yang membuat Ngabalin bereaksi. Debat panas pun tidak bisa dihindari.

“Kan dari awal sudah saya bilang jangan pernah bermimpi dan menyeret-nyeret Jokowi dalam urusan remeh temeh seperti ini. Kalau Anda ngerti tentang politik, maka dari awal itu konsolidasi internalnya dari awal harus mantap,” tegas Ngabalin saat dihubungi, Minggu (7/3).

Sindiran kemudian terlontar dari mulut Ngabalin. Mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 itu meminta agar elite-elite Partai Demokrat tidak mengumbar pemikiran yang menandakan kepanikan.

“Jangan dikait-kaitkan dengan pemerintah, dengan negara, dengan Jokowi, dengan Istana. Sudah, tutuplah pikiran-pikiran yang hambar, pikiran-pikiran yang panik, pikiran yang mengait-ngaitkan orang lain. Dari awal saya bilang,” ucap Ngabalin.

“Jadi kalau orang ada buat KLB masa pemerintah harus turun tangan mengurus masalah internal. Ya internal orang-orang partai, orang-orang internal. Kenapa mesti dikait-kaitkan Presiden Joko Widodo, menyeret-nyeret,” imbuh dia.

Andi Mallarangeng mengelak menyeret-nyeret nama Presiden Jokowi ke konflik Partai Demokrat. Justru, menurut Andi, dia hanya mempertanyakan apakah Presiden Jokowi diberitahu Moeldoko terkait KLB Demokrat.

“Saya nggak nyeret-nyeret Pak Jokowi, saya hanya mempertanyakan, benar nggak itu, Pak Jokowi tahu nggak bahwa Pak Moeldoko melakukan gerakan-gerakan politik untuk mengambil alih kepemimpinan di Partai Demokrat. Saya mempertanyakan, apakah Pak Moeldoko minta izin nggak dia,” sebut Andi, kepada wartawan, Minggu (7/3).

Andi memang pernah menjabat sebagai juru bicara (jubir) Presiden. Ketika itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presidennya. Cerita pengalamannya menjadi jubir Presiden.

“Dulu saya jadi jubir di Istana. Mau pulang kampung pergi tengok mertua aja minta izin saya sama Presiden. Minta 1-2 hari off, misalnya mertua lagi sakit, ‘Pak mohon izin mau tengok mertua di Yogya, mungkin 1-2 hari’, kan begitu. Minta izin mau ke mana, alasannya saja kita kasih tahu, ‘Pak, ini mau minta izin’,” cerita Andi.

“Waktu saya jadi menteri saya juga mau jadi ketua umum partai. Saya dulu Menpora, lalu kemudian ketika saya mau maju mencalonkan diri, 2010, sebagai calon ketua umum Partai Demokrat kan saya minta izin kepada bapak Presiden, ‘Bapak Presiden saya mohon izin saya akan mencalonkan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat dalam kongres itu karena itu…’, terus (minta izin) Pak Wapres, ‘silakan’, kan begitu, diberi izin untuk itu,” imbuhnya.

Klaim Andi, dia hanya ingin tabayun (meminta penjelasan). Sebab, ada kader PD yang mengaku mendengar pernyataan Moeldoko terkait restu ‘Pak Lurah’ dalam gelaran KLB Demokrat.

“Saya tidak menyeret-nyeret (Jokowi). Kan sama juga nada itu waktu ketua umum AHY mempertanyakan, mengirim surat kepada Pak Jokowi, kan bertanya. Namanya tabayun, orang, benar nggak kata-kata Pak Moeldoko itu waktu ketika bertemu para kader-kader kita, katanya telah didukung oleh Pak Lurah, itu kata Moeldoko, bukan kata saya. Ini dari kesaksian kader-kader kita. Pak Moeldoko itu kan bilang bahwa ini Moeldoko, tapi dia pakai lencana pejabat tinggi negara, ingat kan waktu pernyataan persnya pertama kali itu (konferensi pers Moeldoko merespons tuduhan terlihat gerakan pengambilalihan kepemimpinan Demokrat),” papar Andi.

Source: Detik.com
Tags: Andi MallarangengDebatDemokratNgabalin
Previous Post

Mayat di Kamar Hotel, Polisi Temukan Sejumlah Obat dan Mulut Berbusa

Next Post

Disebut Pelaku Ghosting, Kaesang Menjawab Hubungannya dengan Felicia Tissue Sudah Berakhir

Artikel terkait

POLITIK

Ketua DPRD Kota Jambi Apresiasi Peran PMI, Pastikan Ketersediaan Stok Darah untuk Masyarakat

29/06/2026
2k
POLITIK

Jelang Idul Adha, Ivan Wirata Dorong Jambi Perkuat Kemandirian Pangan Daerah

26/05/2026
2k
POLITIK

DPRD Kota Jambi Apresiasi Program BPJS Ketenagakerjaan Gratis bagi Pekerja Rentan

25/05/2026
2k
POLITIK

DPRD Kota Jambi Soroti Sampah dan PKL Talang Banjar, Efendi Alung: Masyarakat Harus Ikut Aturan

21/05/2026
2k
POLITIK

DPRD Kota Jambi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung Paal Lima

20/05/2026
2k
Next Post
Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue saat masih berpacaran. FOTO: pikiranrakyat.com

Disebut Pelaku Ghosting, Kaesang Menjawab Hubungannya dengan Felicia Tissue Sudah Berakhir

llustrasi Google Doodle Hari Perempuan Sedunia 2021

Google Doodle Tampilkan Laman Khusus Peringati Hari Perempuan Sedunia 2021

Oprah Winfrey's Interview. FOTO: CBS

Meghan Markle Ungkap Sempat Ingin Bunuh Diri Saat Mengandung Archie

Bakal Sambangi Kemenkumham, Langkah AHY dan 34 DPD Demokrat Tolak KLB

Sikapi KLB Demokrat di Sumut, Pemerintah Keluarkan Tiga Poin Penting

Discussion about this post

Kalender

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123