SEKATO.ID | JAKARTA – Habib Muhammad Rizieq Shihab akhirnya pada hari ini bisa menghirup udara bebas namun dengan bersyarat. Habib Rizieq merasa telah bebas setelah menjalani masa pemidanaan sejak 12 Desember 2020 lalu pada kasus yang menyeret namanya.
Kepulangan Habib Rizieq langsung disambut oleh istri,anak-anaknya dan juga kerabat. Istri Habib Rizieq, Syarifah Fadlun bin Yahya serta anak-anak dan menantunya langsung menyambut. Fadlun mengalungkan bunga ke leher suaminya.
Habib Rizieq mengungkapkan, saat ini ia memang bebas bersyarat, tapi statusnya merupakan tahanan kota.
Kebebasan yang didapatkan Habib Rizieq Shihab ternyata tidak semerta-merta diberikan tanpa cuma-cuma, tetapi hal tersebut diungkap Habib Rizieq saat mengadakan konferensi pers bersama tim advokasinya bahwa,
” Saya berstatus mulai saat ini sebagai tahanan kota. Jadi bukan saya bebas murni begitu saja, tapi saya berstatus sebagai tahanan kota,” kata Habib Rizieq, pada hari Rabu (20/7/2022).
Oleh karena itu Habib Rizieq harus setiap saat membuat melapor pada tiap bulan untuk memberikan pernyatana bahwa beliau tidak dapat melakukan perjalan keluar kota, pulau, hingga luar negeri.
“Tiap bulan saya harus membuat laporan, saya tidak boleh ke luar kota, pulau, atau luar negeri, kecuali dengan izin tertulis dari instansi yang sudah ditentukan,” ucapnya.
Dikecualikan bila menerima tamu itu masih boleh maupun bertamu dan silahturahim, selagi tidak melanggar aturan yang sudah ditentukan kepada tahanan kota. “Saya boleh menerima tamu, saya boleh bertamu, saya boleh bersilaturahmi, saya boleh mengajar, tapi ada beberapa hal yang harus dijaga dan tidak boleh saya lakukan,” katanya.
Dan Habib Rizieq juga meminta maaf kepada publik terkait dan beberapa pihak karena yang merasa tidak diberitahu soal kebebasan dirinya. Ia mengaku tidak sengaja menyembunyikan informasi tersebut. Sebab, ada beberapa prosedur yang sangat sensitif. Salah sedikit, maka pembebasan bersyarat atas dirinya dapat dibatalkan.
“Maaf kalau pada hari ini tidak diundang dan tidak tahu kabar berita saya, tolong dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya, bukan dengan sengaja kami ingin menutup-nutupi berita ini, tetapi ada prosedur prosedur yang sangat sensitif yang kami jalani. Salah sedikit saja, pembebasan bersyarat bisa dibatalkan,” katanya. (Tiara)












Discussion about this post