SEKATO.ID, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri kegiatan bedah buku 8Babad Alas, Ruang Refleksi dari Cerita Kepemimpinan Selama 10 Tahun di Kota Bogor karya Bima Arya Sugiarto, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Unifac Lantai I Kampus Mandalo Universitas Jambi, Rabu (15/04/2026).
Acara bedah buku setebal 184 halaman ini turut dihadiri Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Rektor UNJA Helmi, Ketua Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, Ketua Senat UNJA Syamsurijal Tan, serta dosen dan mahasiswa.
Dalam sesi utama, Bima Arya yang juga penulis buku, membagikan pengalaman reflektif selama 10 tahun memimpin Kota Bogor. Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju kepemimpinan bukanlah hal mudah, namun tantangan sesungguhnya justru datang setelah terpilih.
“Beratnya kampanye itu tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan. Saat kampanye, lawan terlihat jelas. Tapi ketika memimpin, tidak selalu jelas siapa kawan dan siapa yang berseberangan,” ungkapnya.
Ia menggambarkan masa awal kepemimpinannya sebagai periode penuh tekanan, mulai dari menghadapi dinamika birokrasi, kelompok kepentingan, hingga persoalan sosial yang tidak selalu tercantum dalam teori politik. Dari pengalaman itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis nilai, strategi, dan konsistensi.
Selain itu, Bima Arya juga mengungkapkan bahwa pemikiran tokoh-tokoh seperti Arief Budiman dan Soe Hok Gie turut memengaruhi gaya kepemimpinannya, khususnya dalam menjunjung inklusivitas, keadilan sosial, dan keberpihakan kepada kelompok minoritas.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
Usai kegiatan, Gubernur Al Haris menilai buku Babad Alas sebagai karya autobiografi-reflektif yang tidak hanya menampilkan keberhasilan, tetapi juga mengungkap tantangan dan pembelajaran selama satu dekade kepemimpinan.
“Buku ini menggambarkan perjalanan hidup beliau yang awalnya bukan birokrat, melainkan akademisi, kemudian terjun ke dunia politik hingga menjadi Wali Kota Bogor dua periode,” ujar Al Haris.
Ia menekankan pentingnya buku tersebut sebagai referensi bagi generasi muda dalam menemukan jati diri dan membangun masa depan.
“Buku seperti ini sangat penting bagi anak-anak muda. Tidak hanya menceritakan sukses, tapi juga kegagalan dan bagaimana bangkit. Ini menjadi pelajaran berharga agar generasi muda tidak salah langkah,” tambahnya.
Menurut Al Haris, kisah-kisah dalam biografi seperti ini mampu memberikan gambaran nyata tentang konsekuensi dari setiap keputusan, sekaligus menjadi motivasi untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif demi masa depan yang lebih baik.
(ARA)












Discussion about this post