SEKATO.ID, JAMBI – Kinerja perekonomian Provinsi Jambi sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang stabil dan menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dalam rilis resminya, Kamis (5/2/2026), mencatat ekonomi Jambi tumbuh 4,93 persen secara kumulatif dibandingkan tahun 2024.
Pertumbuhan ini tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp349,66 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp185,58 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak positif di tengah berbagai dinamika ekonomi nasional maupun global.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan perdagangan yang melesat hingga 8,88 persen. Kinerja sektor ini menggambarkan meningkatnya mobilitas barang dan orang, serta semakin aktifnya kegiatan distribusi dan transaksi ekonomi di Jambi.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan 5,75 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa produk-produk unggulan Jambi masih memiliki daya saing di pasar luar daerah maupun internasional.
Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Jambi pada Triwulan IV-2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 5,24 persen dibanding Triwulan IV-2024. Dari sisi produksi, jasa keuangan dan asuransi menjadi sektor dengan pertumbuhan paling pesat, mencapai 19,03 persen. Peningkatan ini mencerminkan semakin berkembangnya aktivitas perbankan, pembiayaan, dan layanan keuangan lainnya di daerah.
Dari sisi pengeluaran pada periode yang sama, ekspor kembali mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,35 persen, menegaskan peran penting sektor eksternal dalam menopang ekonomi Jambi.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter), ekonomi Jambi masih mencatat pertumbuhan 1,30 persen. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 15,27 persen, yang mencakup berbagai layanan sosial dan kemasyarakatan. Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 8,05 persen, menunjukkan meningkatnya aktivitas lembaga sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Meski berbagai sektor jasa berkembang pesat, struktur ekonomi Jambi pada 2025 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dari sisi pengeluaran, kontribusi terbesar tetap disumbangkan oleh ekspor barang dan jasa, memperlihatkan karakter ekonomi Jambi yang berbasis sumber daya alam dan komoditas.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan di Jambi juga menunjukkan perbaikan. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja tercatat 1,94 juta orang, naik sekitar 5,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Dari jumlah tersebut, 1,86 juta orang telah bekerja, meningkat 8,38 ribu orang. Sektor yang menyerap tambahan tenaga kerja terbesar adalah pengangkutan dan pergudangan, bertambah 3,72 ribu orang. Hal ini selaras dengan pertumbuhan sektor transportasi dan distribusi yang juga tinggi.
Perbaikan juga terlihat dari sisi kualitas pekerjaan. Persentase pekerja di sektor formal kini mencapai 43,5 persen, naik 2,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Artinya, semakin banyak tenaga kerja yang memiliki kepastian kerja, perlindungan, dan pendapatan yang relatif lebih stabil.
Selain itu, persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan cukup tajam, menandakan jam kerja dan produktivitas masyarakat semakin membaik.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jambi pada November 2025 tercatat 4,08 persen, turun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa pasar kerja Jambi semakin mampu menyerap tambahan angkatan kerja baru.
Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jambi tidak hanya tercermin dari angka makro, tetapi juga mulai berdampak pada perbaikan kondisi pasar kerja dan meningkatnya kualitas lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
(ARA)












Discussion about this post