Oleh : Armando
(Mahasiswa Ilmu Politik UNJA)
Papua masih dikategorikan sebagai wilayah termiskin di Indonesia pada hingga hari ini, berbanding terbalik dengan sumber kekayaan alam yang melimpah. Pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor pelayanan jasa dan ekstraktif belum mencerminkan kondisi riil masyarakat asli Papua yang masih mengandalkan pertanian, perikanan, dan perkebunan rakyat.
Ketiga sektor ini masih menjadi mata pencarian utama masyarakat asli Papua, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan tempat mayoritas orang asli Papua berdiam.
Di wilayah-wilayah ini, kehadiran negara masih terbatas. Akses ke pelayanan dasar dan infrastruktur masih minim, termasuk jalan antardistrik yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat asli Papua.
Kondisi keamanan juga tak stabil. Keterbatasan-keterbatasan ini menjadi salah satu penghambat utama meningkatkan kesejahteraan di Papua.
Menurut data yang didapatkan Susenas maret 2023, Papua masih berada diangka yang cukup tinggi didalam tingkat kemiskinan skala nasional ini menjadi perhatian khusus pemerintah didalam penangan kemiskinan maupun masalah lainnya di Papua. Dengan polemik yang terjadi di Papua, didalam debat capres pemilu 2024 di KPU RI ada yang menarik, 3 capres bersama-sama memberikan pandangan serta gagasan terkain isu konflik di Papua.
Ketiga calon presiden dengan tegas mengemukakan pandangan dan strategi mereka terkait penyelesaian konflik Papua, yang penyampaiannya dilakukan pertama oleh Prabowo Subianto. Prabowo menyampaikan bahwa Papua merupakan permasalahan rumit sehingga penyelesaiannya harus dilakukan secara komprehensif. Masih dalam paparannya, Prabowo menyampaikan bahwa Papua masih diselimuti gerakan-gerakan separatisme. Bahkan, dirinya juga menyebut kata “teroris” yang menurutnya, masih sering menyerangi rakyat sipil.
Prabowo menawarkan perspektif lain yang menegaskan rencananya untuk menegakkan hukum dan memperkuat aparat keamanan di Papua jika terpilih sebagai presiden. Penguatan hukum dan aparat keamanan ini diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih stabil dan aman, dengan tujuan mengurangi tingkat ketegangan dan kekerasan di wilayah tersebut. Selain itu, penekanan pada penguatan ekonomi di Papua menunjukkan kesadaran akan pentingnya pengembangan ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Anies Baswedan, keberadaan keadilan di Papua dianggap sebagai kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan, termasuk kekerasan. Dengan menciptakan kondisi yang adil dan merata di seluruh lapisan masyarakat Papua, diharapkan ketegangan dan konflik dapat berangsur-angsur mereda. Ini mencerminkan pemahaman bahwa memperbaiki ketidakadilan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Pendekatan Anies Baswedan tersebut juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang inklusif dan mendengarkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat Papua. Penciptaan keadilan tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga melibatkan dimensi sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan demikian, pernyataannya menyoroti pentingnya merumuskan kebijakan yang mengakui hak-hak masyarakat Papua, memperkuat partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan, dan menyediakan peluang yang setara di berbagai sektor kehidupan. Ganjar Pranowo yang menekankan pentingnya dialog yang melibatkan semua pihak dalam menanggapi masalah di Papua menunjukkan dorongan untuk menciptakan ruang partisipatif dan inklusif. Dengan menggandeng semua pihak terkait, termasuk masyarakat Papua dan pemangku kepentingan lainnya, dialog semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pemahaman bersama dan penyelesaian konflik yang berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan upaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung diskusi terbuka dan membangun kepercayaan di antara semua pihak terlibat.
Permasalahan di Papua cukup kompleks sebenarnya, dimulai dengan status politik integrasi Papua ke Indonesia yang menjadi ketegangan yang berkelanjutan, selanjutnya kekerasaan dan pelanggaran HAM yang masih belum sepenuhnya dapat di selesaikan pemerintah. Diskriminasi dan marjinalisasi kepada masyarakat sipil asli Papua di tanahnya sendiri yang menunjukkan adanya ketidaksetaraan dalam perlakuan dan akses terhadap sumber daya alam yang ada di Papua. Pemasalahan yang paling sangat menyentuh masyarakat Papua ialah kegagalan pemerintah didalam pemerataan pembangunan yang melingkupi sektor pendidikan, kesehatan, serta ekonomi yang menghambat kemajuan dan kesejahteraan di Papua.
Maka kita tunggu kembali gagasan-gagasan yang akan dibawakan oleh calon Presiden Indonesia untuk Papua dalam memajukan dan menyelesaikan yang menjadi persoalan selama ini di tanah Papua.
Selain beberapa permasalahan diatas, Papua menjadi fokus pemerintah didalam penyelesaian konflik karena ada keterlibatan asing di dalam beberapa dinamika permasalahan yang ada di Papua maka dari pada itu geopolitik Indonesia menjadi bagian paling penting juga didalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Mata dunia tertuju pada Papua karena kekayaan akan sumber daya alamnya menjadi incaran dunia terhadap Papua.












Discussion about this post