SEKATO.ID | TANJAB TIMUR — Nama Bupati Kabupaten Tanjungjabung (Tanjab) Timur, Romi Haryanto dicatut oleh orang tidak bertangungjawab. Ada akun media sosial yang mengatasnamakan beliau melakukan penipuan melalui Facebook dan WhatsApp pada Kamis (31/3/2022).
Romi Haryanto pun buru-buru merespon hal tersebut. Ia meminta kepada masyarakat dan Aparatur Sipi Negara (ASN) untuk tidak menanggapi.
Bupati Tanjab Timur dua periode itu mengaku akun tersebut sempat hilang sebelum akhirnya muncul kembali.
“Dua hari lalu saya dikasih tahu Kabid Infokom tentang munculnya akun Facebook itu. Hari ini muncul lagi akun WhatsApp terkait akun itu,” ujarnya.
“Saya tegaskan ini patut diduga adalah modus penipuan. Saya ingatkan ASN Tanjab Timur atau siapapun, jangan bodoh! Saya mengutuk jual beli jabatan,” sambungnya.

Senada dengan Romy, Kepala Inspekorat Kabupaten Tanjab Timur, Hadi Firdaus mengatakan Romi sebagai Bupati selalu mengingatkan dengan keras agar jangan pernah ada permintaan apapun terkait jabatan. Hal itu selalu ia sampaikan saat dirinya menjadi kepala BKPSDM.
“Beliau sangat keras soal itu. Beliau mengharamkan jual beli jabatan,” katanya.
Sebelumnya, beberapa hari terakhir kalangan ASN di Kabupaten Tanjungjabung Timur heboh munculnya akun Facebook atas nama Romi Haryanto. Akun tersebut menjalankan aksi penipuan kepada orang–orang yang terhubung pertemanan dengan akun tersebut.
Akun Facebook tersebut menggunakan foto profil Romi Haryanto berpakaian Bupati lengkap dengan foto Wakil Bupati dan istri masing-masing mengirim pesan Messenger kepada calon korban. Di pesan privat itu, akun bodong tersebut meminta percakapan beralih ke WhatsApp dengan nomor 082175170200 dengan foto profil logo Korpri.

Kepada calon korbannya, akun palsu tersebut menawarkan jabatan dengan syarat harus mentransfer sejumlah uang ke rekening BNI 0820223026 atas nama Reska. Dalam percakapan WhatsApp itu, si penipu memberi batas waktu cukup pendek hanya sekitar satu jam untuk segera mentransfer biaya itu.
Disebutkan, biaya yang ditransfer adalah guna penerbitan SK jabatan baru dan rekening yang dituju tersebut adalah rekening panitia pelantikan.
Kabid Infokom Dinas Kominfo Tanjab Timur Suhaili juga diminta pertemanan. Ia curiga dengan banyaknya kejanggalan akun tersebut. Untuk memastikan, Suhaili kemudian mengirim messenger ke akun itu menanyakan siapa yang menjalankan akun tersebut, namun bukannya dijawab pertanyaan itu berbalas blokir akun oleh yang bersangkutan.
Suhaili kemudian memposting screenshot akun palsu tersebut dan mengingatkan netizen agar berhati–hati dan mengabaikan permintaan pertemanan akun itu. Benar saja, kalangan ASN Tanjab Timur ramai mengomentari postingan Kabid Infokom itu, kebanyakan mereka membenarkan telah diajak berteman oleh akun palsu tersebut. (*/ara)












Discussion about this post