SEKATO.ID, JAMBI – Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan di Provinsi Jambi. Seorang dokter muda yang tengah menjalani masa pengabdian, dr. Myta Aprilia Azmy, meninggal dunia saat bertugas sebagai dokter internship di RSUD KH. Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Peristiwa ini memicu keprihatinan luas, termasuk dari kalangan legislatif.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah. Ia menilai, wafatnya dr. Myta bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga pukulan besar bagi dunia kesehatan di daerah.
“Atas nama pribadi dan pimpinan DPRD Provinsi Jambi, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Ini adalah kehilangan besar bagi dunia kesehatan kita,” ujar Ivan.
Lebih dari sekadar ungkapan duka, Ivan menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap sistem pelayanan kesehatan, khususnya terkait perlindungan tenaga medis muda. Ia menyoroti adanya dugaan beban kerja berlebihan dan indikasi kelalaian klinis yang tidak boleh diabaikan.
Menanggapi surat keprihatinan dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Ivan mendesak Dinas Kesehatan Provinsi Jambi segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan audit investigasi secara menyeluruh terhadap rumah sakit tempat almarhumah bertugas.
“Kami meminta audit dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Jika benar ada pelanggaran, maka harus ada evaluasi dan perbaikan sistem,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjamin hak-hak dokter internship, termasuk pengaturan jam kerja, sistem supervisi, serta lingkungan kerja yang sehat dan aman. Menurutnya, tenaga medis muda tidak seharusnya bekerja dalam tekanan berlebihan yang justru berisiko terhadap keselamatan mereka.
“Kejadian ini adalah sinyal keras bagi kita semua. Hak-hak dokter internship harus dipastikan berjalan sesuai regulasi,” katanya.
DPRD Provinsi Jambi, lanjut Ivan, melalui komisi terkait akan segera memanggil pihak-pihak berwenang guna meminta penjelasan rinci atas peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan di Jambi benar-benar aman, tidak hanya bagi pasien tetapi juga bagi tenaga medis.
Selain itu, Ivan turut menyoroti aspek kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap besaran honor yang diterima dokter dan tenaga kesehatan di rumah sakit milik pemerintah agar lebih layak.
“Kita ingin ada perbaikan menyeluruh, tidak hanya pada sistem kerja, tetapi juga pada kesejahteraan tenaga medis. Mereka adalah garda terdepan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian serius berbagai pihak dan diharapkan mampu mendorong reformasi nyata dalam sistem pelayanan kesehatan di Provinsi Jambi, demi melindungi tenaga medis yang mengabdi di garis terdepan.
(ARA)












Discussion about this post