SEKATO.ID, JAMBI – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Jambi memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman serta harga relatif stabil di pasaran. Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Angso Duo Baru, Rabu (18/2/2026) pagi.
Sidak dilakukan bersama Wakapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, unsur Forkopimda, Bulog, Bank Indonesia, serta instansi terkait sebagai langkah memastikan stabilitas harga dan kecukupan stok pangan jelang momentum hari besar keagamaan.
Dalam keterangannya, Wagub Sani menyebutkan bahwa stok bahan pangan strategis di Jambi masih mencukupi untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan ke depan. Ketersediaan beras diperkirakan mencapai 23 ribu ton, minyak goreng sekitar 1 juta liter, gula pasir 23 ton, jagung 600 ton, daging 4 ton, serta terigu 1 ton.
“Artinya kita optimis kesiapan ketersediaan bahan pangan pokok di Jambi dalam 2–3 bulan ini aman,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga agar tetap berada dalam koridor normal dan tidak melampaui harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita yakin harga tetap dalam kondisi stabil,” tambahnya.
Meski demikian, Wagub Sani mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai rawit merah yang mencapai Rp90.000 per kilogram. Selain itu, telur ayam ras berada di kisaran Rp27.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp2.500 per butir, telur bebek Rp2.000 per butir, serta daging beku sekitar Rp80.000 per kilogram.
“Kalau pun terjadi lonjakan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Kami akan melakukan langkah-langkah pengendalian agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rina Syawal, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Satgas Saber terus melakukan pemantauan langsung di berbagai daerah di Provinsi Jambi.
Pemantauan tersebut telah dilakukan di Sungai Penuh, Kerinci, Merangin, Sarolangun hingga Kota Jambi. Secara umum, harga pangan dinilai relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti daging ayam di sejumlah wilayah.
“Kami memantau harga sesuai HET dan harga acuan penjualan. Jika ditemukan harga tinggi, kami telusuri hingga ke pemasok atau produsen. Di dalam Satgas ini juga ada unsur Kepolisian untuk penindakan,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan temuan di Kabupaten Merangin, di mana harga Minyakita sempat dijual di atas Rp15.700 per liter. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran rantai distribusi yang diduga terlalu panjang.
Sebagai bentuk edukasi, Satgas Pangan juga memasang spanduk daftar harga resmi di pasar-pasar pantauan. Masyarakat pun diimbau aktif melapor jika menemukan indikasi pelanggaran harga melalui hotline yang telah disediakan.
Adapun pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk sejumlah komoditas, di antaranya beras premium Rp15.400 per kilogram, beras medium Rp14.000, beras SPHP Rp13.100, gula konsumsi Rp17.500, telur ayam ras Rp30.000, daging ayam ras Rp40.000, serta Minyakita Rp15.700 per liter.
Untuk menjaga stabilitas, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah intervensi seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta memperluas jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) melalui Bulog.
Berdasarkan hasil pemantauan di pasar, sejumlah komoditas masih berada dalam kondisi relatif stabil. Cabai merah dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp25.000, ayam ras Rp40.000, serta daging sapi berkisar Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Sementara bawang merah berada di angka Rp34.000 per kilogram, bawang putih Rp32.000, Minyakita Rp15.700 per liter, beras medium kemasan 5 kilogram sekitar Rp60.000, dan gula konsumsi Rp17.000 per kilogram.
(ARA)












Discussion about this post