KUALA TUNGKAL — Penyalurab pupuj subsidi di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) di lakukan dua kali dalam setahun salah satu syarat menjadi penerima harus sebagai kelompok tanj yang sudah terdaftar.
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultural Kabupaten Tanjab Barat, Zainudin mentakan terkait penerima pupuk subsidi tidak semua petani bisa menerima pupuk tersebut. Bahkan, kelompok tani juga tidak bisa begitu saja menerima. Menurutnya, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui.
“Ada sepsifikasi khusus kelompok tani yang menerima yang jelas mereka yang mengajukan di e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Tani yang di input jadi yang tidak input ya tidak terima,” katanya, Selasa (5/7/2022)
Penyakurannya kata Zainudin melalui mekanisme yang begitu panjang. Mulai dari Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Perdangangan (Peirndag) Tanjab Barat selalu penyalur hingga ke petani. Semua itu dilakukan untuk pencapaian tepat sasaran.
“Mulai dari penyusunan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Tani diteruksan ke pengecer kemudian diteruksan ke petani,” ujarnya.
Zainudin menegaskan saat ini tidak adalagi penyaluran pupuk subsidi ke perorangan. Semuanya, melalui kelompok tani. Itupun yang sudah terdaftar dan resmi.
“Apalagi yang perseorangan itu tidak bisa, sekarang ini tidak ada lagi yang perorangan harus bentuk perkelompok,” ungkapnya.
Saat ditanya berapa banyak jumlah kelompok tani yang menerima ? Zainudin mengaku dirinya tidak ingat. Lebih baik langsung beryanya ke Dinas Koperasi, Umkm, dan Perindag. Mereka, kata dia lebih tau sebab mereka selaku yang menyalurkan.
“Klarifikasi ke dinas Perindak, kalau tidak keperindak langsung ke kecamatan. Sebenarnya kami hanya sebagai pemakai penyalur dan distribusi ada di perindag,” ucapnya.
Dia menegaksan penyaluran pupuk dilakukan selama dua kali dalam setahun. Pertama kata dia, pada awal tahun dan pertengahan tahun.
“Sejauh ini RDKK dua kali awal dan pertengahan dua musim di awal awal tahun sama pertengahan.” Tandasnya
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Perdanganggan Tanjab Barat, Syafriwan mengatakan untuk alokasi pupuk subsidi yang ada di Tanjab Barat saat ini tersalurkan dengan sebagaimana mestinya.
“Kalau sejauh ini alokasi pupuk kita lancar tersalurkan,” katanya.
Syafriwan menyebutkan meski sudah teralokasikan dan tersalurkan dengan baik. Syafriwan menyebutkan ada kekurangan pupuk di sejumlah kecamatan yang ada di Tanjab Barat. “Walaupu masih ada daerah daerah kekurangan pupuk,” ujarnya
Kelompok tani yang di atas dua hektare (Ha) tidak bisa menerima pupuk subsidi. Hl itu sesuai dengan aturan yang ada. Sejauh ini kata dia banyak petani di Tanjab Barat mengalami hal itu terutama yang bergerak dibidang perekbunan. “Walau itu daerah yang bukan hak dia. Kelangkaan itu yang terjadi di atas dua hektare,” ujarnya.
Syafriwan menjelaskan kelompok petani itu setiap anggota hanya boleh 2 Ha maksimal lahan yang bisa menerima pupuk subsidi. Diluar 2 Ha, petani tidak berhak mendapatkan pupuk subsidi. “2 Hektare itu peranggota di atas 2 hektare silahkan cari pupuk sendiri,” sebutnya singkat.
Daerah yang mengalami kekurangan pupuk di dominasi wilayah ulu. Misalnya, Tungkal Ulu, Tebing Tinggi, Merlung, Batang Asam dan Renah Mendlu. “Kalau wilayah ilir musimnya jelas sawah dan yang lainnya,” sebutnya
Kata dia, untuk kelompik tani tang menerin pupuk subsidi itu dalam prosesnya semuanya dibantu oleh pendamping.
“Mulai dari pengisian data dan hingga kepenyaluran pupuk di bantu oleh penyuluh yang mendampunginya,” sebutnya.
Saat ditanya terkait kelompok tani yang palang banyak untuk di Tanjab Barat. Syafriwan menyebutkan untuk wilayah Ilir berada di Senyenrang dan Pengabuan sedangkan wilayah ulu semua kecamatan sama.
“Yang banyak dapat kelangkaan ya kelompok petani sawit itu saja.” Tandasnya












Discussion about this post