SEKATO.ID, KERINCI – Proses tender proyek peningkatan Jalan Air Mentrong–Bandar Incung dengan nilai kontrak mencapai Rp712,8 juta di Kabupaten Kerinci menuai tanda tanya besar. Pasalnya, dari empat perusahaan peserta, justru penawar dengan nilai terbaik tidak diundang untuk tahap klarifikasi.
Informasi yang dihimpun, terdapat empat CV yang mengikuti tender ini, yakni:
1. CV Ahmad Khalif Nadhif
2. CV Aye Sdap
3. CV Gibran Akbar
4. CV Ratu Jaya Konstruksi
Anehnya, perusahaan dengan penawaran terbaik yakni CV nomor urut 123 justru tak dilirik panitia. Sebaliknya, ULP Kabupaten Kerinci malah mengundang perusahaan dengan urutan nomor 4, CV Ratu Jaya Konstruksi.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan adanya kejanggalan dalam proses tender. Sejumlah pihak menilai panitia tender berpotensi melakukan praktik tidak sehat.
“Kalau penawaran terbaik malah disingkirkan dan yang diundang nomor empat, jelas ada kejanggalan. Publik wajar curiga ada permainan dalam proses ini,” ungkap salah seorang sumber kepada media
Jika dugaan itu benar, maka proyek senilai ratusan juta rupiah ini berpotensi tidak dikerjakan oleh perusahaan yang paling efisien dan kompeten, sehingga dapat merugikan daerah.
Berdasarkan dokumen resmi, jadwal tender proyek Jalan Air Mentrong–Bandar Incung ditetapkan sebagai berikut:
Pengumuman pascakualifikasi: 4–10 September
Download dokumen pemilihan: 4–12 September
Pemberian penjelasan: 8 September
Upload dokumen penawaran: 9–12 September
Pembukaan dokumen penawaran: 12–15 September
Evaluasi administrasi, kualifikasi teknis & harga: 12–15 September
Pembuktian kualifikasi: 15 September
Penetapan pemenang: 16 September
Pengumuman pemenang: 16 September
Masa sanggah: 17–22 September
Surat penunjukan penyedia barang/jasa: 23 September
Penandatanganan kontrak: 24–29 September
Kecurigaan manipulasi kian kuat menyusul tidak adanya respons atas sanggahan yang diajukan pada 21 September, tepat sebelum tengah malam. Proses tender justru dipaksakan melanjut ke tahap penandatanganan kontrak.
Meski jadwal tender yang semula terlihat transparan, kini dipertanyakan kesahihannya. Publik khawatir, proyek strategis ini akhirnya tidak dikerjakan oleh perusahaan yang paling kompeten dan efisien, sehingga berpotensi merugikan keuangan daerah.
Masyarakat pun mendesak agar pihak terkait segera turun tangan mengusut dugaan permainan dalam tender ini. Hingga berita ini diterbitkan, Kabag ULP Kabupaten Kerinci saat dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp belum memberikan balasan terkait persoalan tersebut.
(Rgk)












Discussion about this post