SEKATO.CO.ID – Menteri Pertahanan Indonesia dan calon presiden Prabowo Subianto mengumumkan putra sulung pemimpin petahana Joko Widodo sebagai pasangannya untuk pemilu tahun depan pada Minggu (22/10) malam.
Berbicara seusai pertemuan partainya dan mitra koalisinya, Prabowo mengatakan pada konferensi pers bahwa telah ada kesepakatan untuk mencalonkan dirinya sebagai calon presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini akan menyelenggarakan pemilihan presiden dan legislatif secara serentak pada tanggal 14 Februari, dengan hampir 205 juta dari lebih dari 270 juta penduduk Indonesia berhak memilih.
Prabowo memimpin sebagian besar jajak pendapat tahun ini, termasuk dua jajak pendapat pada minggu ini, meskipun dengan selisih tipis atas Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah, dari partai berkuasa, dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan di posisi ketiga.
Sebelumnya, Ganjar dan Anies telah mendaftar untuk mencalonkan diri pada hari Kamis, hari pembukaan pendaftaran calon presiden.
Pekan ini, Jokowi mengatakan bahwa ia tidak terlibat dalam kandidat presiden, namun orang dalam politik mengatakan bahwa pemimpin yang akan keluar tersebut berusaha untuk mempertahankan pengaruhnya dan diam-diam mengumpulkan dukungan untuk mantan saingannya, Prabowo, setelah sebelumnya tampaknya mendukung Ganjar sebagai calon dari PDI-P.
Ketika ditanya tentang kemungkinan pencalonan putranya pada Minggu pagi, Presiden Jokowi mengatakan dia akan “menyerahkannya kepada koalisi partai politik”, seraya menambahkan bahwa tugas orang tua adalah mendoakan dan memberikan restu kepada anak-anaknya.
Aliansi dengan Gibran dapat mengalihkan sebagian basis dukungan Jokowi kepada Prabowo dan pada gilirannya meningkatkan peluang pemimpin tersebut untuk menentukan warisannya sendiri dengan memastikan penyelesaian program-program ekonomi utama yang ia mulai, menurut beberapa analis.
Gibran, Wali Kota Surakarta berusia 36 tahun, memicu kontroversi menyusul keputusan pengadilan tinggi yang mengubah aturan kelayakan yang membuka jalan baginya untuk mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden.
Orang dalam politik mengatakan pencalonan Gibran adalah cara bagi Jokowi, sebutan umum untuk presiden yang akan keluar dari jabatannya, untuk mempertahankan pengaruhnya dan mengatakan bahwa ia diam-diam mengumpulkan dukungan untuk Prabowo, yang ia kalahkan dua kali untuk memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2014 dan 2019.
Hingga saat ini belum ada komentar langsung dari PDI-P yang berkuasa, yang mana presiden dan Gibran terdaftar sebagai anggotanya. (*)












Discussion about this post