SEKATO.ID- Batang Hari Kesiap siagaan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia menjadi prioritas utama bagi berbagai pihak, mengingat pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurut beberapa informasi hingga pertengahan tahun 2025, kolaborasi lintas sektoral terus diperkuat untuk meminimalisir dampak dan mencegah terjadinya Karhutla di berbagai wilayah
Kelompok masyarakat peduli api (MPA) di desa-desa rawan Karhutla semakin diberdayakan dan dilatih untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pemadaman awal.
Meskipun kesiapan terus ditingkatkan, tantangan masih tetap ada, terutama terkait perubahan iklim yang dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan ekstrem.
Pemerintah Provinsi Jambi dan kabupaten/ kota juga melakukan Rapat Koordinasi (Rakor ) mengenai Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Wilayah Provinsi Jambi Kamis, (17/07/2025)
Rakor tersebut berdasarkan dengan Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor 449/KEP.GUB/BPBD/2025 tentang Penetapan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan wilayah Provinsi Jambi.
Selain para bupati dan walikota, juga hadir Wakil Bupati Batang Hari H. Bakhtiar menghadiri Rakor Karhutla Provinsi Jambi di Balai Prajurit KOREM 042 Garuda Putih Jambi.
Juga dihadiri Kepala Daerah se-Provinsi Jambi, Forkopimda Provinsi, Perusahaan/Stakeholder dan undangan.











Discussion about this post