SEKATO.ID, KERINCI – Jalan provinsi di Kabupaten Kerinci kembali jadi sorotan tajam publik. Hingga penghujung September, kondisi jalan yang rusak parah tak kunjung diperbaiki. Warga yang sudah lama geram akhirnya melancarkan aksi protes kreatif namun menyindir: “mancing” di tengah jalan.
Aksi tersebut terjadi di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau. Sebuah lubang besar yang tergenang air bak kubangan kerbau dijadikan lokasi “memancing” oleh warga. Foto dan video aksi itu kemudian diunggah ke media sosial oleh akun Facebook Ant Black pada Selasa (30/9) pagi, sontak langsung menyedot perhatian publik.
“Ya, itu kita posting ke medsos sebagai bentuk protes. Kerusakan jalan ini sudah sangat lama, tapi sampai sekarang tak ada tanda-tanda perbaikan,” ungkap warga setempat saat dikonfirmasi.
Aksi warga ini bukan sekadar kelakar, melainkan sinyal kuat kekecewaan terhadap kinerja Dinas PUPR Provinsi Jambi. Jalan yang rusak tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Kerinci.
“Di PU Provinsi itu ada putra daerah kita, pernah menjabat Plt Kadis bahkan sekarang Kabid. Tapi kalau tanah kelahiran saja dibiarkan seperti ini, apa gunanya? Percuma ada pejabat Kerinci di PU Provinsi,” sindir salah seorang tokoh masyarakat.
Gelombang protes tak hanya berhenti di lapangan. Di dunia maya, postingan aksi “mancing di jalan” dibanjiri komentar pedas netizen. Nama Gubernur Jambi, Al Haris, bahkan ikut diseret.
“Tolong buka mata hati Pak Gubernur. Jalan ini rusak sudah bertahun-tahun. Ini bukan jalan desa, tapi jalan provinsi. Masa dibiarkan seperti kubangan?” tulis seorang netizen.
“Jalan ini rusak bukan 1–2 tahun, tapi belasan tahun. Pemerintah provinsi jangan pura-pura tutup mata. Padahal ada pejabat PU dari Kerinci, tapi tetap saja tanah kelahiran tak diperhatikan,” sindir akun lain.
Aksi satir warga Kerinci ini seolah menjadi potret buram pembangunan infrastruktur di Jambi. Jalan provinsi yang seharusnya menjadi nadi perekonomian, justru berubah menjadi kubangan dan bahan olok-olok publik.
Kini masyarakat menunggu, apakah protes keras ini akan membuka mata pemerintah provinsi untuk segera turun tangan, ataukah jalan rusak itu akan terus dibiarkan hingga melahirkan “pemancing” baru di tengah aspal yang berlubang.
(Rgk)












Discussion about this post