SEKATO.CO.ID | JAMBI – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) bekerja sama dengan Kementrian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Program Pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I dan II serta Pelatihan Pengembangan Kelembagaan dan usaha Angkatan 1 dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani Jambi. Kegiatan ini diselenggarakan selama lima hari, terhitung sejak tanggal 20 s.d 30 Agustus 2023 bertempat di Swiss Bell Hotel, Kota Jambi.
Diketahui, pada kegiatan pelatihan ini, peserta pekebun berasal dari Kabupaten Merangin sebanyak 25 peserta, dan Angkatan II dengan jumlah peserta 40 orang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Pelatihan Pengembangan Kelembagaan dan Usaha diikuti 45 peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dijumpai usai membuka acara secara resmi, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Siti Munifah mengatakan kegiatan ini sangat penting bagi para petani sawit karena 70 persen dari total luas lahan sawit Indonesia yang berjumlah ±16 juta hektare adalah milik masyarakat secara pribadi.
“Saya hadir dalam rangka membuka pelatihan untuk kewirausahaan dan pengelolaan manajemen kelapa sawit bagi para pemilik kebun, yang rata-rata minimal tanahnya 2 hektare, Ini tentunya supaya produktivitasnya tinggi seperti yang dikelola oleh perusahaan swasta maupun negara, sehingga mereka perlu diberikan pelatihan seputar managerial pengelolaan kelapa sawit,” jelas Siti saat dijumpai awak media di Swiss Bell Hotel Jambi, pada Senin, (21/8) sore.
Siti Munifah menambahkan, pelatihan ini juga dilakukan untuk mendorong para petani untuk bisa membangun kelembagaan seperti koperasi ataupun yang lainnya, sehingga pengelolaan secara berkelompok dapat lebih menguntungkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal menyambut baik pelatihan yang digelar atas kerja sama BPDPKS bersama Kementan tersebut.
Agusrizal menyampaikan, posisi Jambi dengan luasan lahan kelapa sawit terbesar di Indonesia, yang mencapai 1,2 juta hektare memang perlu peningkatan kualitas SDM.
“Kenapa kita perlu peningkatan SDM, karena Jambi ini baru pertama proses replanting-nya, petani kita tidak tahu bibit seperti apa yang ditanam, pemeliharaannya seperti, pupuknya seperti apa, ini membutuhkan pelatihan-pelatihan, belum lagi manajemen tenaga kerja dan panennya,” papar Agusrizal. (dar)












Discussion about this post