• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Petani mengupas pala di Kampung Air Besar Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. ANTARA FOTO/ Gusti Tanati

Petani mengupas pala di Kampung Air Besar Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. ANTARA FOTO/ Gusti Tanati

Investasi Industri Pala Verstegen di Fakfak

Editor Ara Permana Putra
10/11/2021
in EKONOMI, NASIONAL, PEMERINTAHAN
A A
0
PostTweetSendShareScan

Verstegen Spices & Sauces BV mengembangkan industri pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Rencananya, investasi itu mencapai nilai Rp4,2 triliun. Kementerian Investasi/BKPM pun bersiap memfasilitasi dan memproses pengurusan izin-izin.

SEKATO.ID | JAKARTA – Pada Kamis 14 Oktober 2021, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendatangi Kantor Pusat Verstegen di Rotterdam, Belanda. Bahlil bertemu dengan CEO Verstegen Spices & Sauces BV Michel Driessen. Sebelumnya, perusahaan asal Belanda ini berencana untuk menanamkan investasi pengembangan pala di Fakfak, Papua Barat.

Pertemuan Kamis itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada November 2020. Ketika itu, perusahaan rempah tersebut menyampaikan minatnya untuk berpartisipasi dalam program peremajaan dan penanaman komoditas pala serta industri pengolahannya di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Verstegen Spices & Sauces BV (Verstegen) berencana menanamkan investasi senilai Rp4,2 triliun untuk mengembangkan industri pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Investasi itu akan memberdayakan 50.000 petani pala. Bahkan kini, Verstegen telah mendirikan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) di Indonesia.

Terkait itu, Bahlil pun berjanji untuk memberikan fasilitas terkait urusan perizinan, utamanya dalam hal pengadaan lahan. “Verstegen tidak perlu khawatir terkait urusan lahan di daerah. Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi dan mengurus izin-izinnya. Untuk pelaksanaannya, bisa kita lakukan secara bertahap. Mulai dari lahan seluas 10 ribu hektare terlebih dulu, kemudian kita pantau dan pelajari untuk ekspansi nantinya,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada 15 Oktober 2021.

Bahlil menyebut rencana pengembangan perkebunan pala ini sejalan dengan mandat langsung Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Investasi/BKPM untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia. Hal itu juga dituangkan dalam Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Baca juga

Jelang Ramadhan, Sutiono Pinta Pemkot Jambi Awasi Stok dan Harga Komoditas

Musrenbang Provinsi Jambi, Bakhtiar: Batanghari Pengembangan Komoditas Unggulan

Guna Keseimbangan Komoditas Hasil Pertanian, Perlunya Pemetaan Hasil Produksi

Banyak Komoditas Indonesia untuk Ekspor, Jokowi: Kembangkan Promosi Digital

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini telah tersedia lahan seluas 40 ribu hektare di Fakfak yang dapat digunakan untuk membangun perkebunan pala dan industri pengolahannya. Rencana pengembangan industri pala ini juga telah didukung oleh hasil studi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa pengalaman dan jaringan Verstegen akan sangat dibutuhkan demi membuat proyek ini terlaksana. Menurut Bahlil, Verstegen dapat menjadi investor perkebunan pala, serta memasarkan produk akhir dan membantu dalam jaringan distribusi dengan keahlian dan koneksi yang dimiliki.

CEO Verstegen Spices & Sauces BV Michel Driessen menjelaskan, model bisnis yang biasa dijalankan oleh Verstegen yaitu bekerja sama dengan mitra lokal pemilik lahan perkebunan, bukan menjadi pemilik lahan. Verstegen nantinya akan lebih fokus pada pendistribusian produk, pelatihan petani lokal, serta transfer pengetahuan.

Pengembangan industri rempah-rempah terintegrasi perkebunan pala ini nantinya dapat mengamankan kedua sisi, yaitu pasokan (supply) dan permintaan pasar internasional (demand) atas rempah-rempah asal Indonesia.

Belanda sendiri, berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, mencatatkan realisasi investasi sebesar 1,3 miliar dolar AS dan menempati peringkat keempat setelah Singapura, Hongkong, dan Tiongkok sepanjang periode semester I-2021, yakni Januari hingga Juli.

Menurut Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Ikmal Lukman, negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah Belanda, Jerman, Vietnam, dan Jepang. “Permintaan dunia untuk produk pala akan meningkat sebab industri makanan, bumbu, kosmetika, dan farmasi terus mengalami peningkatan. Bila kita melakukan hilirisasi akan tercipta nilai tambah bagi industri dan perekonomian nasional, utamanya kawasan timur,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Ikmal, investasi komoditas pala sangat strategis dilakukan di Papua Barat. Kawasan Timur Indonesia (KTI) saat ini merupakan penghasil biji pala terbesar di Indonesia di mana sebesar 70 persen produksi pala nasional berasal dari kawasan tersebut.

Verstegen merupakan produsen dan importir asal Belanda yang bergerak di bidang industri rempah-rempah, terutama pala. Perusahaan itu juga mengimpor pala, kayu manis, lada hitam, dan lada putih dari Indonesia. Verstegen tak hanya melayani pasar Belanda, melainkan juga pasar Eropa.

Menteri Investasi menuturkan investasi tersebut diharapkan akan dapat mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena banyaknya masyarakat yang berkebun pala. Dengan investasi di bidang perkebunan dan pengolahan pala, diharapkan pula harga komoditas rempah tersebut bisa terdongkrak dan bisa memiliki pasar tersendiri.

“Ini (investasi) yang akan kita lakukan dan 2021 sudah mulai. Kemarin saya sudah ngomong pada mereka untuk lakukan kerja sama pembangunan kebun termasuk industrinya di Papua Barat,” katanya.

Verstegen jadi satu dari empat perusahaan yang ditemui Bahlil dalam kunjungan kerjanya ke Belanda, pekan lalu. Bahlil hadir di negeri kincir angin untuk memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag dan KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia. Ia juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan empat Chief Executive Officers (CEOs) perusahaan multinasional atau korporasi global yang bergerak di beberapa sektor industri, yakni Verstegen, FrieslandCampina, Wavin BV, dan Infineon.

Tanaman pala banyak tumbuh di daerah Kabupaten Fakfak, Kaimana, dan Teluk Bintuni, Papua Barat. Luas lahan Pala di Kabupaten Fakfak lebih dari 17. 560 hektare, di Kaimana 7.839 hektare, dan Teluk Bintuni 139 hektare (Papua Barat dalam Angka, 2018). Tingkat produksi pala di Papua Barat pada 2018 sebesar 22,63 % dari total produksi pala secara nasional sedangkan tingkat produktivitasnya mencapai 122 % di atas produktivitas nasional (Pertanian.go.id, 2020).

Terkait dengan ekspor, pada 2018 eskpor pala sebesar 120 ton (0.6 % dari total ekspor nasional) dengan nilai ekspor 1.440 dollar US (Fakfak dalam Angka, 2018).

Pala Fakfak (Myristica argantea) merupakan tanaman spesifik yang tumbuh dan berkembang biak secara alami dan menjadi sumber penghasilan utama masyarakat di Fakfak. Hal ini membuat pala menjadi simbol kebanggaan bagi daerah Fakfak (Laporan Tahutan BPTP Papua Barat, 2017).

Josina Waromi dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Faperta-UNIPA menulis tentang pala Papua Barat di Median volume 13 nomor 1 bulan Februari 2021. Dalam tulisannya ia menyebut, tanaman pala dikenal sebagai tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna karena setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri.

Biji, fuli, dan minyak pala merupakan komoditas ekspor dan digunakan dalam industri makanan dan minuman. Selain itu minyak yang berasal dari biji, fuli, dan daun banyak digunakan untuk industri obat-obatan, parfum, dan kosmetik.

Pala telah lama dikenal masyarakat Papua dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk kebutuhan konsumsi maupun dijual kepada pedagang pengumpul secara tunai ataupun barter dengan barang yang dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Fakfak adalah salah satu kabupaten sentra pala di Papua Barat.

Ekosistem lahan pala di Kabupaten Fakfak dapat dibedakan atas tiga subsistem dari ekosistem “hutan pala”. Ekosistem ini seluas 16.733 hektare yang didominasi oleh spesies Myristica argentea (pala Fakfak), kemudian pala hutan (M papuana), dan pala Banda (M fragrans), dan juga jenis pala yang oleh masyarakat disebut pala peranakan atau hasil persilangan alami antar-M argentea dan M fragrans. Keseluruhannya tumbuh dengan baik dari tepi pantai sampai ketinggian sekitar 700 meter dari permukaan laut (dpl).

Sumber: Indonesia.go.id

Tags: komoditaspala
Previous Post

Aturan Pakai Vitamin Generos pada Anak

Next Post

Hari Pahlawan 2021, Presiden Jokowi Anugerahkan 4 Tokoh Gelar Pahlawan Nasional

Artikel terkait

PEMERINTAHAN

Jambi Junior League 2026 Resmi Ditutup Oleh Sekda Mula P. Rambe, Empat Tim Melaju ke Sumatera Junior League

06/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Sambut Baik Rangkaian Rakernas APEKSI, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah : Momentum Berdiskusi dan Bertukar Pengalaman Antar Pendamping Wali Kota

03/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Rakernas APEKSI, Wali Kota Jambi Dorong Pemerataan Infrastruktur, Pendidikan dan Layanan Kesehatan 

03/07/2026
2k
DAERAH

JBC+ Resmi Diluncurkan, Belanja di Jambi Business Center Kini Makin Untung dengan Poin & Reward

02/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Tanam Pohon Kananga Pada Rangkaian APEKSI, Wali Kota Maulana Tekankan Sebagai Upaya Menciptakan “Kota Tangguh”

02/07/2026
2k
Next Post
Foto: Tangkap layar Youtube Setpres

Hari Pahlawan 2021, Presiden Jokowi Anugerahkan 4 Tokoh Gelar Pahlawan Nasional

Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari. Foto: Jaka/nvl

Taufik Basari: Penegak Hukum Harus Sembuhkan Para Pengguna Narkoba

Foto: BPMI Setpres/Rusman

Profil 4 Tokoh yang Dianugerahkan Gelar Pahlawan oleh Jokowi

Tim PPM Unja Gelar Workshop Menulis Opini untuk Guru-guru SMKN 2 Kota Jambi

Hari Pahlawan 2021, Gambar Ismail Marzuki jadi Google Doodle

Discussion about this post

Kalender

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123