SEKATO.ID, BATANG HARI — Pelestarian adat istiadat tidak cukup hanya melalui seremoni dan pengukuhan pengurus. Diperlukan langkah nyata untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup, dipahami, dan diwariskan kepada generasi muda.
Pesan itu mengemuka saat Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, Datuk Adipati Cahayo Negeri, menghadiri pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batang Hari masa bakti 2026–2031, Sabtu (17/10/2026).
Dalam arahannya, Fadhil menegaskan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penjaga warisan leluhur, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai luhur dan menyampaikan syiar agama melalui kegiatan adat yang kreatif serta relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pendekatan yang adaptif diperlukan agar generasi muda tidak merasa jauh dari tradisi daerahnya. Sebaliknya, mereka harus didorong untuk mengenal, mempelajari, dan mendalami literatur adat istiadat Kabupaten Batang Hari.
Fadhil juga mendorong pengenalan dan pelestarian adat dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Langkah ini dinilai penting agar nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu tidak terputus akibat perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Tantangan tersebut menjadi pekerjaan penting bagi kepengurusan Lembaga Adat Bumi Serentak Bak Regam yang baru dikukuhkan. Pengurus dituntut mampu beradaptasi, memperkuat pembinaan, serta menyiapkan generasi penerus yang memahami identitas budaya daerahnya.
Dengan demikian, keberadaan lembaga adat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat, pendidikan karakter, dan pembentukan sikap generasi muda.
Adat, dalam perspektif tersebut, bukan sekadar simbol masa lalu. Ia harus tetap menjadi sumber nilai yang hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan masa kini tanpa kehilangan jati dirinya.
Pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara lembaga adat dan Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam menjaga identitas serta jati diri masyarakat Bumi Serentak Bak Regam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Lembaga Adat Provinsi Jambi beserta rombongan, Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari beserta anggota, Kapolres Batang Hari, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta undangan lainnya.
Ke depan, tantangan bagi pengurus baru bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan memastikan adat tetap dikenal, dipahami, dan dicintai oleh generasi penerus.
Sebab, keberhasilan pelestarian budaya tidak semata-mata diukur dari berdirinya lembaga atau terselenggaranya seremoni, tetapi dari seberapa kuat nilai-nilai adat terus hidup di tengah masyarakat.
(TN)












Discussion about this post