SEKATO.ID, KERINCI – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur Kabupaten Kerinci dalam dua hari terakhir menyebabkan debit Sungai Batang Merao meningkat drastis. Luapan air mulai masuk ke areal persawahan dan permukiman warga yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.
Hujan lebat yang melanda wilayah Kabupaten Kerinci membuat air Sungai Batang Merao tak lagi tertahan di dalam alur sungai. Air meluap dan menggenangi areal persawahan serta permukiman warga di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.
Luapan air ini antara lain dipicu oleh kondisi Sungai Batang Merao yang semakin dangkal. Posisi dasar sungai yang lebih tinggi dibandingkan rumah warga dan area persawahan membuat air mudah melimpah saat curah hujan meningkat. Situasi tersebut membuat para petani cemas. Tanaman padi yang sedang dalam masa pertumbuhan terancam gagal panen karena terendam air dalam waktu lama.
Tak hanya mengancam tanaman pertanian, luapan air juga membahayakan sedikitnya 80 kepala keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Merao. Untuk mengurangi dampak agar air tidak semakin masuk ke rumah-rumah warga, masyarakat secara swadaya bergotong royong membangun tanggul darurat. Mereka mengisi pasir ke dalam karung dan menyusunnya di sepanjang titik-titik yang rawan luapan air.
Hingga saat ini, warga bersama perangkat desa masih bersiaga di sepanjang aliran sungai untuk memantau perkembangan debit air. Pihak desa juga mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dan debit Sungai Batang Merao kapan saja dapat kembali meningkat.
Kepala Desa Koto Majidin, membenarkan kondisi tersebut dan berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Setiap hujan deras, warga kami selalu waswas. Sawah terendam, rumah ikut terancam. Sementara warga hanya mengandalkan tanggul darurat dari karung pasir,” ujarnya.
“Kami berharap pemerintah kabupaten maupun pihak terkait segera menindaklanjuti persoalan pendangkalan Sungai Batang Merao ini. Perlu normalisasi sungai dan penanganan jangka panjang, agar setiap musim hujan warga tidak terus-menerus dihantui banjir luapan,” tambahnya.
Menurut Kepala Desa, jika tidak segera dilakukan penanganan, ancaman kerusakan lahan pertanian dan keselamatan permukiman warga akan terus berulang setiap kali intensitas hujan meningkat.
(Rgk)












Discussion about this post