SEKATO.CO.ID | JAMBI- Di lantai ballroom Hotel Yamato, Surabaya, aroma kopi dan semangat politik berpadu menjadi satu. Udara pagi yang masih segar menyambut deklarasi pasangan yang menarik perhatian publik: Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dua figur yang akan bersaing di Pilpres 2024. Acara ini dihadiri oleh partai pengusung Nasdem dan PKB, ditambah dengan kehadiran beberapa kyai dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU).
Jauh di Provinsi Jambi, deklarasi ini disambut dengan tepukan tangan dan tatapan yang penuh harapan. Elpisina, Sekretaris DPW PKB Jambi, tidak menyembunyikan semangatnya.
“Pengurus DPW PKB harus tanggap. Kita sudah punya tugas, merapatkan barisan untuk memenangkan Anies-Muhaimin,” ujarnya.
Elpisina, yang juga merupakan Calon Anggota DPR RI dari PKB Dapil Jambi, menyerukan agar seluruh struktur partai, mulai dari fungsionaris hingga kader, memanfaatkan momentum ini.
“Kita harus berkolaborasi dengan para Caleg untuk memenangkan pasangan ini,” tambahnya.
Deklarasi di Surabaya itu seperti menekan tombol start bagi mesin politik PKB dan Nasdem.
“Kami akan segera berkomunikasi dengan partai pengusung,” kata Elpisina, menegaskan bahwa koordinasi akan dilakukan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Jambi.
Untuk memaksimalkan efektivitas kampanye, anggota DPRD Provinsi Jambi ini punya ide cerdas.
“Setiap foto Caleg nanti akan disertai foto Anies-Muhaimin. Jadi sekali jalan, kampanye dua calon sekaligus,” pungkas Elpisina, memberikan nuansa efisiensi pada kampanye yang akan berlangsung.
Deklarasi Anies-Muhaimin telah membuka sebuah babak baru dalam politik Indonesia. Dengan dukungan dari partai besar dan organisasi massa seperti NU, pasangan ini memang layak diperhitungkan. Namun, perjalanan masih panjang. Di tengah kompetisi yang semakin ketat dan dinamis, peran kader partai, termasuk di Jambi, akan sangat menentukan.
Dari ballroom di Surabaya hingga warung kopi di Jambi, satu kata yang terus bergema: solidaritas. Solidaritas antara partai, antara elite politik dan basis massa, dan tentu saja, solidaritas untuk memenangkan Pilpres 2024. Sebuah drama politik yang baru saja dimulai, tetapi efeknya sudah terasa hingga ke pelosok Nusantara.












Discussion about this post