SEKATO.ID, KERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide yang digelar di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, dan diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari unsur pemandu wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.
Ketua Panitia, Doni Andriatama, mengatakan Bimtek Tour Guide merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia pariwisata, khususnya para pemandu wisata.
“Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci, diperlukan pemandu wisata yang memiliki kompetensi, wawasan, kemampuan komunikasi, serta sikap profesional sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” ujar Doni.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis.
Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata sesuai dengan standar pelayanan kepariwisataan. Kedua, meningkatkan kemampuan komunikasi, pelayanan prima, serta kemampuan dalam menginterpretasikan destinasi wisata.
“Ketiga, mendorong terciptanya pemandu wisata yang profesional, beretika dan berdaya saing. Keempat, mendukung pengembangan destinasi wisata Kabupaten Kerinci sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional,” jelas Jamal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari kebijakan pembangunan kepariwisataan, teknik kepemanduan wisata, pelayanan prima, komunikasi efektif, pengelolaan perjalanan wisata hingga aspek keselamatan wisatawan.
Jamal berharap seluruh peserta dapat mengikuti Bimtek dengan disiplin dan penuh semangat. Ia menekankan, ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi harus benar-benar diterapkan saat memberikan pelayanan kepada wisatawan.
“Harapan kita, ilmu yang diperoleh selama Bimtek ini dapat diterapkan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kerinci,” katanya.
Monadi: Kerinci Harus Punya Brand Pariwisata yang Bisa Dijual
Dalam sambutannya, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Kerinci, kata dia, harus mampu membangun brand pariwisata yang kuat, memiliki nilai jual dan mampu bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya.
Menurut Monadi, keberadaan tour guide memiliki posisi penting dalam membangun citra pariwisata Kerinci. Pemandu wisata bukan hanya bertugas mengantarkan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah daerah dalam memberikan pelayanan, menyampaikan cerita, sejarah, budaya, serta narasi tentang berbagai destinasi yang ada di Kerinci.
“Kerinci harus mampu membuat dan menjual brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing yang baik. Ini harus mendapat dukungan dari para pelaku tour guide melalui pelayanan prima, cerita dan narasi yang baik,” tegas Monadi.
Ia juga menilai pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, hingga pengelola kawasan seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) harus duduk bersama membangun ekosistem pariwisata yang kuat.
“Perlu ada kolaborasi dengan semua pihak, pemerintah, pelaku usaha pariwisata, TNKS dan yang tidak kalah penting adalah peran masyarakat. Masyarakat harus ikut membuat dan menyampaikan cerita pariwisata Kerinci yang baik,” ujarnya.
Targetkan Event Wisata Berkualitas Setiap Bulan
Monadi juga mendorong agar Kabupaten Kerinci tidak hanya mengandalkan objek wisata, tetapi mampu menghadirkan event-event pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Bahkan, menurutnya, event pariwisata idealnya dapat digelar secara rutin, sehingga wisatawan memiliki alasan untuk datang ke Kerinci pada waktu yang berbeda.
“Kerinci juga harus mampu melaksanakan event-event pariwisata yang berkualitas. Kalau perlu, setiap bulan ada event pariwisata,” katanya.
Namun demikian, Monadi mengingatkan bahwa promosi dan event harus diiringi dengan pembenahan pelayanan dasar. Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan akomodasi, keamanan, kenyamanan pengunjung, serta sarana dan prasarana publik yang memadai.
Termasuk persoalan akses menuju Kabupaten Kerinci yang selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pariwisata.
“Pemerintah juga harus berbenah untuk meningkatkan pelayanan, ketersediaan akomodasi, keamanan dan rasa nyaman pengunjung, serta peningkatan sarana dan prasarana publik, terutama akses menuju Kabupaten Kerinci,” ungkapnya.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Kerinci saat ini juga terus berupaya mendorong peningkatan akses transportasi, termasuk membuka peluang dan memperkuat akses jalur udara menuju Kerinci.
Pariwisata Harus Berdampak pada PAD
Selain peningkatan kunjungan wisatawan, Monadi juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai menetapkan target yang jelas terhadap kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, sektor pariwisata tidak boleh hanya menjadi etalase daerah, tetapi harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Dinas Pariwisata juga harus membuat target pendapatan di sektor pariwisata untuk peningkatan PAD,” tegasnya.
Dengan penguatan kualitas pemandu wisata, peningkatan pelayanan, pengembangan event, promosi destinasi, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta pembenahan infrastruktur dan aksesibilitas, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
Bimtek Tour Guide tersebut pun diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan pemandu wisata yang tidak hanya mampu mengantar wisatawan, tetapi juga menjadi duta pariwisata Kerinci yang mampu menjual cerita, budaya, alam, dan pengalaman wisata kepada setiap pengunjung yang datang.
(Rgk)












Discussion about this post