SEKATO.ID, JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan pentingnya masyarakat Jambi memahami sejarah perkembangan Islam di daerahnya. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah bukan hanya memperkuat identitas keislaman, tetapi juga menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas ibadah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Haul Rajo Jambi Datuk Paduko Berhalo, Selasa (20/01/2026) pagi, di Masjid Raya Tsamaratul Insan, Islamic Center Jambi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke-69.
Menurut Al Haris, peristiwa Isra Mi’raj merupakan tonggak penting dalam perjalanan umat Islam, karena dari peristiwa inilah perintah shalat lima waktu ditetapkan.
“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat adalah tiang agama dan fondasi pembentukan karakter umat. Shalat bukan sekadar ritual, tetapi sarana pembinaan akhlak, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj tetap relevan dengan tantangan moral, sosial, dan budaya yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, momentum peringatan ini harus menjadi ajang refleksi diri agar setiap waktu yang dijalani umat Islam dipenuhi dengan kebaikan dan tidak berlalu sia-sia.
Selain menyoroti makna Isra Mi’raj, Gubernur Al Haris juga mengajak masyarakat untuk bersyukur atas kondisi Provinsi Jambi yang hingga kini relatif aman dan kondusif. Ia mengingatkan agar rasa syukur tersebut diwujudkan dengan menjaga kerukunan serta memperkuat kepedulian sosial.
“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita di daerah lain yang sedang diuji dengan bencana alam agar diberi kesabaran dan segera dipulihkan oleh Allah SWT. Untuk Jambi sendiri, semoga selalu dijauhkan dari bencana, masyarakatnya rukun dan damai, serta rezeki Allah dilimpahkan bagi seluruh warganya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Al Haris menekankan makna penting Haul Rajo Jambi Datuk Paduko Berhalo sebagai tokoh sentral dalam sejarah Tanah Jambi. Menurutnya, Datuk Paduko Berhalo merupakan simbol kearifan, keberanian, serta nilai-nilai luhur yang menjadi dasar terbentuknya adat dan pemerintahan di Jambi.
“Haul ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi sarana menjaga identitas budaya, memperkuat nilai keislaman, dan menanamkan semangat persatuan serta kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memakmurkan masjid, mensyiarkan Islam, serta mendoakan para ulama, guru, orang tua, dan para pendahulu, khususnya Rajo Jambi Datuk Paduko Berhalo, agar segala amal baiknya diterima oleh Allah SWT.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Al Ustadz Muhammad Muhajir mengingatkan jamaah bahwa Isra Mi’raj harus menjadi penguat kesadaran spiritual umat Islam, terutama dalam menjaga konsistensi shalat lima waktu.
“Isra Mi’raj adalah pengingat akan kebesaran Allah dan pentingnya shalat sebagai penghubung utama antara hamba dan Sang Pencipta,” tuturnya.
Peringatan yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan, termasuk pelajar SMA dan SMK se-Kota Jambi ini, berlangsung khidmat dan menjadi ruang bersama untuk memperkuat iman, merawat sejarah, serta meneguhkan persatuan masyarakat Jambi.
(ARA)











Discussion about this post