SEKATO.ID, JAMBI – Keberadaan anak-anak di sekitar lampu merah kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi. Bukan hanya soal aktivitas meminta-minta di ruang publik, tetapi juga menyangkut keselamatan mereka yang harus berhadapan langsung dengan arus kendaraan.
Hal itu ditemukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Srikandi Satpol PP Kota Jambi saat melakukan penjangkauan terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), dan anak jalanan di kawasan Simpang Kawat, Rabu (26/8/2026).
Dalam penjangkauan tersebut, petugas menemukan tiga anak bersama seorang dewasa. Keberadaan mereka di kawasan persimpangan dinilai berisiko karena aktivitas berlangsung di tengah lingkungan lalu lintas yang padat, terutama saat kendaraan berhenti menunggu lampu merah.
Petugas kemudian melakukan penjangkauan terhadap satu keluarga tersebut untuk dilakukan pendataan dan penanganan awal.
Sementara itu, anak-anak yang dijangkau dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kota Jambi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing.
“Untuk anjal, tim TRC Srikandi mengantarkan ke Dinas Sosial,” demikian laporan penjangkauan Satpol PP Kota Jambi.
Kasat Pol PP Kota Jambi, Iper Riyansuni, mengatakan penjangkauan gepeng dan anak jalanan merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan perhatian terhadap persoalan sosial yang ditemukan di lapangan.
Namun, menurutnya, penanganan tidak semata-mata dilakukan dengan pendekatan penertiban.
“Petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif serta melibatkan perangkat daerah terkait agar persoalan sosial yang ditemukan di lapangan tidak berhenti pada pemindahan dari satu lokasi ke lokasi lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika menemukan anak jalanan, Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Jambi. Langkah tersebut diperlukan karena keberadaan anak di jalan tidak cukup diselesaikan hanya dengan membawa mereka meninggalkan lokasi.
“Langkah tersebut penting karena penanganan anak yang berada di jalan membutuhkan pendekatan berbeda dengan sekadar penertiban pelanggaran ketertiban umum,” terangnya.
Pendataan menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi anak, termasuk lingkungan keluarga dan faktor sosial yang membuat mereka berada di jalan.
Dengan begitu, penjangkauan tidak hanya menyelesaikan persoalan di satu titik persimpangan, tetapi juga membuka peluang bagi penanganan yang lebih tepat dan berkelanjutan.
TRC Srikandi Satpol PP Kota Jambi pun terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi yang dinilai menjadi titik aktivitas gepeng dan anak jalanan.
“Petugas mendatangi lokasi berdasarkan pemantauan maupun informasi mengenai keberadaan gepeng dan anak jalanan,” ungkap Iper.
Dalam pelaksanaannya, komunikasi persuasif tetap dikedepankan. Pemerintah ingin ruang publik tetap aman dan tertib, namun pada saat bersamaan tidak mengabaikan persoalan sosial yang berada di balik keberadaan warga maupun anak-anak di jalan.
Iper juga mengimbau masyarakat mempertimbangkan kembali kebiasaan memberikan uang secara langsung kepada anak-anak yang meminta-minta di persimpangan.
Menurutnya, pemberian secara spontan memang dapat membantu dalam jangka pendek, tetapi berpotensi membuat aktivitas meminta-minta di jalan terus berulang.
“Masyarakat diharapkan menyalurkan bantuan melalui lembaga atau pihak yang memiliki mekanisme penanganan sosial sehingga bantuan dapat diberikan dengan cara yang lebih terarah,” jelasnya.
Penjangkauan di Simpang Kawat menjadi gambaran bahwa persoalan anak jalanan tidak sesederhana memindahkan mereka dari satu persimpangan ke tempat lain.
Di satu sisi, keberadaan mereka di tengah arus kendaraan menyangkut keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Di sisi lain, anak-anak yang berada di jalan juga bisa menjadi tanda adanya persoalan sosial dan keluarga yang membutuhkan penanganan lebih jauh.
Karena itu, penanganan gepeng dan anak jalanan di Kota Jambi membutuhkan keterlibatan lintas pihak, mulai dari Satpol PP dan Dinas Sosial hingga keluarga serta masyarakat.
Tujuannya bukan sekadar membuat persimpangan terlihat bersih dari aktivitas meminta-minta, tetapi memastikan anak-anak yang ditemukan di jalan mendapatkan perlindungan dan penanganan yang sesuai.
(IMG)












Discussion about this post