JAKARTA — Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang dilakukan di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ditemui para petingginya hal itu membuat BEM SI akan menurunkan massa lebih banyak lagi.
“BEM SI berjanji akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar dan juga akan konsolidasi lebih masif lagi di kampus-kampus,”Kata Koordinator Pusat BEM SI, Nofrian Fadil Akbar saat konferensi Pers yang di lakukan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rabu (29/9/2021)
Menyrutnya, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan BEM SI terhadap aprat yang menghalangi langkah BEM SI ke KPK.
“Ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap aparat yang mengahalangi aksi maupun pihak KPK yang acuh terhadap massa aksi,”ujarnya
Korpus BEM SI menilaj pemberhentian 57 Pegawai KPK berdasarkan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) cacat formil serta terindikasi adanya unsur pelecehan seksual, rasisme serta mengganggu hak privasi dalam beragama.
“Kami melihat Tes Wawasan Kebangsaan ini menjadi alat penyingkiran pegawai KPK serta upaya pelemahan pemberantasan korupsi secara massif dan sistematis. Karena hal tersebut kami mendesak agar Presiden bertanggungjawab serta menuntut Ketua KPK Firli Bahuri untuk mundur karena telah gagal dalam menjaga integritas dan marwah KPK dalam pemberantasan korupsi,”jelasnya
Aliansi BEM SI juga menuntut agar KPK menjaga semangat pemberantasan korupsi berupa penuntasan secara adli dan transparan, terutama penyelesaian kasus yang saat ini sedang terjadi seperti kassus Bantuan Sosial (Bansos), Benih Lobster, Suap Ditjen Pajak serta penuntasan kasus Harun Masiku yang terjerat kasus Suap KPU dan BLBI. “Kita minta semua kasus kasus ini dituntaskan oleh KPK,”ungkapnya
Kekecewaan juga ditujukan BEM SI kepada pihak Kepolisian karena telah menghalangi aksi dengan melakukan Blokade sejauh 200 meter dari Gedung Merah Putih KPK.
“Padahal sejatinya aksi akan dilakukan di depan Gedung Merah Putih KPK. Disisi lain juga menyayangkan sikap Pihak KPK yang tidak ada menemui pihak massa aksi BEM SI baik Ketua KPK yang mendadak beralasan sedang kunjungan kerja ke Jambi, maupun perwakilan KPK lainnya,”ungkapnya
Untuk diketahui, aliansi BEM SI melakukan aksi nasional selamatkan KPK di depan gedung Merah Putih KPK sejak Senin, 27 September 2021. Massa aksi BEM SI menuntut Ketua KPK agar segera mencabut SK 652 dan SK Pimpinan KPK tentang Pemberhentian 57 Pegawai KPK yang dikeluarkan pada tanggal 13 September 2021.











Discussion about this post