SEKATO.ID | KOTA JAMBI — Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Menristek) Nadiem Makarim atau yang populer disapa Mas Menteri Nadiem melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Jambi dalam rangka meninjau kesiapan pelaksanaan belajar tatap muka untuk sekolah dan perguruan tinggi di Provinsi jambi.
Karenanya, ketua PW KAMMI Jambi, Nurhasan Dani menyuarakan kepentingan Guru honorer kepada Mas Menteri. Ia beranggapan kesejahteraan guru honorer harus diperhatikan, terlebih di tengah keadaan pandemi saat ini.
“Saya melihat orang tua kita yang saat ini masih menjadi Guru honorer harus diperhatikan kesejahteraannya. Jangan sampai mereka yang mengabdi diacuhkan pemerintah, tidak didengarkan aspirasinya,” ujarnya.
Di hadapan Gubernur Jambi dan Menristek Nurhasan Dani meminta perhatian menyeluruh kepada tenaga honorer di Indonesia terkusus di provinsi Jambi.
“Kesejahteraan guru honorer ini penting karena banyak dari mereka yang berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa sampai ke desa-desa terpencil. Pemerintah jangan abaikan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Mas menteri, Nadiem mengaku senang dan secara khusus mengapresiasi atas masukan yang disampaikan oleh Kelompok Cipayung Jambi tersebut.
“Terimakasih atas masukannya. Pemerintah terus bekerja dan memikirkan untuk kesejahteraan guru honorer. Salah satunya adanya kesempatan guru honorer untuk ikut dalam tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bagi yang lolos kita harapkan bisa menjadi jaminan kesejahteraan untuk mereka,” ujar Mas Menteri.
Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi dan dihadiri oleh Menristekdikti; Nadiem Makarim, Plt Dirjen Dikti, Gubernur Jambi; Al Haris, Ketua GMKI Jambi; Eko Saputra Marbun, Ketua PKC PMII; Hengki Tornado, Ketua PW KAMMI; Nurhasan Dani, Ketua GMNI Jambi; El Daniel, Ketua DPC PMKRI Jambi; Indra.












Discussion about this post