• Sekato
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Redaksi
  • Perlindungan
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
Umum dan Segalanya
No Result
View All Result
  • BUDAYA
  • DAERAH
  • DUNIA
  • EKONOMI
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • KOMUNITAS
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PLESIRAN
  • POLITIK
  • RAGAM
  • SAINS

Covid-19 Varian Mu Belum Teridentifikasi di Indonesia, Presiden Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Tidak Panik

Editor Ara Permana Putra
09/09/2021
in NASIONAL, PEMERINTAHAN
A A
0
PostTweetSendShareScan

SEKATO.ID | JAKARTA – Mutan asal Columbia B 1.621 ditetapkan WHO sebagai variant of interest (VoI). Varian itu sudah menyebar ke-39 negara. Presiden Jokowi meminta jajarannya mencermati. Yang dominan masih Delta.

Secara global, gerak pandemi sudah melandai. Lima pekan berturut-turut kasus baru Covid-19 terus menyusut, dengan fluktuasi di sana-sini. Indonesia masuk dalam kelompok negera yang mengalami tren penurunan. Namun, di beberapa tempat angka kasusnya berbalik meningkat, termasuk di dua negara besar yang gencar melakukan vaksinasi, yakni Amerika Serikat (AS) dan India.

Organisasi kesehatan dunia WHO terus gencar mendorong upaya pencegahan, penanggulangan, dan penegakan kewaspadaan terus-menerus. Terkait isu kewaspadaan tersebut, WHO mengingatkan agar semua otoritas kesehatan memonitor tumbuh kembangnya varian lokal dan pendatang baru. Salah satunya ialah varian baru B 1.621 asal Columbia yang kemunculannya sudah terdeteksi sejak Januari 2021.

Per 30 Agustus lalu, WHO menyematkan nama Mu, huruf Yunani ke-12. Statusnya adalah VoI yang harus diwaspadai. Ia bakal menyandang predikat variant of concern (VoC) bila telah terbukti memiliki daya tular tinggi, mampu menembus (sampai batas tertentu) blokade vaksin dan obat, serta menimbulkan keparahan yang lebih dibanding varian awal.

Sejauh ini, WHO telah menetapkan ada empat VoC, yakni varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan 7 VoI, yakni dari Varian Epsilon, Zeta hingga Kapa dan Lamdda. Dalam laporan mingguan yang dirilis 31 Agustus lalu WHO menyebutkan bahwa Varian Mu itu sudah menyebar ke-39 negara. Awalnya, ia tumbuh di Columbia, lalu meloncat ke Equador, dan kemudian terbang ke berbagai negara.

Tak urung, Presiden Joko Widodo pun menyatakan perhatiannya. Ia meminta jajaran kabinetnya mencermati sepak terjang varian Mu ini. Pesan itu disampaikan pada kata pengantar dalam rapat kabinet evaluasi PPKM, yang disiarkan lewat konferensi video, Senin, 6 September 2021.

Baca juga

Wakil Bupati Tanjab Barat Hadiri Secara Langsung Upacara Peringatan Hari Otda XXVIII Tahun 2024

Pemerintah Targetkan Investasi Tahun 2023 Capai Rp1.400 Triliun

Juara Umum ! Indonesia Raih 425 Medali di Ajang Asean Para Games 2022

Atasi Kemiskinan dan Ketahanan Pangan, Presiden Jokowi Lantik Muhamad Mardiono Jadi Utusan Khusus

Kepercayaan Publik pada Polri Menurun, Presiden: Gaya Hidup Jangan Gagah-gagahan!

‘’Saya ingin perhatian dari semuanya, terutama yang menyangkut sektor perhubungan, berkaitan dengan varian baru, varian Mu. Betul-betul agar kita lebih waspada dan detail, agar jangan sampai ini merusak capaian yang sudah kita lakukan,” kata Presiden Jokowi.

Terkait pencapaian, Presiden Jokowi menyebut progres penanganan Covid-19 itu ditunjukkan oleh sejumlah indikator. Salah satunya ialah jumlah kasus aktif sudah susut ke angka 150 ribu, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka di atas 500 ribu pada akhir Juli 2021. Pada tiga hari terakhir, angka kasus positif harian juga sudah menyusut, bahkan sempat turun ke angka 5.400 kasus pada Minggu 5 September 2021. Secara nasional angka bed occupancy rate/BOR pun terus turun ke level 19 persen.

Pada kesempatan berbeda, juru bicara pandemi Covid-19 di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah akan mengawasi agar varian ini tak masuk ke Indonesia di perbatasan. Indonesia sudah memiliki protokol sesuai dengan Surat Edaran Satgas nomor 8 tahun 2021 yang mengatur perjalanan pelaku internasional, yang dapat menjadi filter awal penyebaran.

Beberapa syarat yang ditetapkan, antara lain, ialah kewajiban membawa surat RT-PCR bukti bebas Covid-19, bagi pelaku perjalanan internasional, diikuti pemeriksaan PCR ulang di Indonesia hingga karantina minimal delapan hari. Secara reguler pun akan dilakukan surveilance, pemeriksaan rinci untuk mengetahui jenis varian Covid-19 yang beredar.

“Tentu, kita akan lakukan pemeriksaan whole genome sequencing kepada pelaku perjalanan luar negeri. Jadi kita monitoring hal tersebut agar kita tahu kondisi riil di lapangan,” kata Siti Nadia.

Menurut Nadia, pascaditetapkan sebagai VoI oleh WHO, berarti Varian Mu B 1.621 ini harus dikaji karakteristik dan dampaknya di masyarakat. “Apakah betul secara luas menimbulkan peningkatan penularan, kecepatan penularannya meningkat, atau juga mempengaruhi efikasi dari vaksin,” kata dia.

Berita kemunculan varian baru tak harus disambut dengan kepanikan. Sosok varian Mu ini, menurut Siti Nadia, berbeda dari varian Delta B 1617.2, yang dikategorikan ke dalam VoC. Varian Mu memiliki beberapa kesamaan dengan varian Beta B 1351, namun belum ada bukti bahwa Mu lebih berbahaya.

“Walaupun sudah dilaporkan muncul di 39 negara, varian Mu ini secara global terjadi penurunan prevalensinya. Khusus di negara Kolombia dan Ekuador, itu prevalensinya kan stabil tetap tinggi. Makanya digolongkan sebagai variant of interest,” kata Nadia.

Hal serupa juga terjadi pada varian baru lainnya seperti varian Eta, Iota, Kapa, dan Lambda. Varian Delta tetap masih dominan. Laporan WHO sendiri menyatakan, varian Mu ini mencapai prevalensi 30 persen dari semua kasus Covid-19 dan di Equador bertahan di angka 13 persen.

Selain menyebar ke beberapa negara Amerika Selatan, varian Mu juga dilaporkan telah masuk ke AS, Kanada, negara-negara Eropa Barat, lantas menyeberang ke Korea Selatan dan Jepang. Namun, menurut WHO, prevalensi serangannya secara global menyusut dan kini sekitar 0,1 persen dari seluruh kasus.

Dalam rilis yang dikeluarkan di akhir Agustus lalu, Central for Desease Control and Prevention (CDC), sebagai otoritas tertinggi AS dalam hal penanggulangan penyakit menular, menyatakan bahwa yang paling dominan adalah varian Delta, yang daya tularnya dua kali lipat dari varian sebelumnya. Maka, rekomendasi agar warga mengenakan masker ketika berada di areal umum, terutama yang tertutup. Tak terkecuali bagi mereka yang telah menerima suntikan vaksin genap dua dosis.

Jadi apa pun variannya, protokol kesehatan (prokes) merupakan cara paling praktis untuk mengurangi risikonya.

Sumber: Indonesia.go.id

Tags: JokowiPresidenvarian Mu
Previous Post

Masih Banyak BUMN yang Belum Mampu Berkontribusi ke Negara, DPR Rancang RUU BUMN

Next Post

DPR Pinta Tak Ada Potongan Alokasi Anggaran Batuan untuk Para Pelaku Parekraf ke Kementerian

Artikel terkait

PEMERINTAHAN

Maulana Kejar Percepatan Belanja APBD, OPD Diminta Tak Tunda Eksekusi Program

06/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Jambi Junior League 2026 Resmi Ditutup Oleh Sekda Mula P. Rambe, Empat Tim Melaju ke Sumatera Junior League

06/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Serah Terima Program Kampung Bahagia, Warga Ucapkan Terimakasih, Banyak Manfaat dan Menyasar Langsung Bagi Kebutuhan Masyarakat

04/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Apresiasi Program Kampung Bahagia, Ketua RT : Banyak Fasilitas yang Selama Ini Tidak Terpenuhi Menjadi Terlengkapi 

04/07/2026
2k
PEMERINTAHAN

Sambut Baik Rangkaian Rakernas APEKSI, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah : Momentum Berdiskusi dan Bertukar Pengalaman Antar Pendamping Wali Kota

03/07/2026
2k
Next Post

DPR Pinta Tak Ada Potongan Alokasi Anggaran Batuan untuk Para Pelaku Parekraf ke Kementerian

PON XX Papua 2021, Sebagai 25 Ribu Relawan Siap Membantu

Forum Parlemen Dunia, Puan Pinta Negara Maju Bantu Negara Berkembang Atasi Emisi

Pemerintah Luncurkan Program Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMK

Pos Damkar Betara Resmi Beroperasi, Bupati Anwar Sadat: "Bantu Tangani Wilayah Rawan Karhutla"

Discussion about this post

Kalender

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

Populer

    DISCLAIMER | KODE ETIK | PEDOMAN MEDIA SIBER | REDAKSI | SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN

    © 2024 SEKATO.ID - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    • Sekato
    • Disclaimer
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Redaksi
    • Perlindungan

    © 2020 Sekato - Jalan HM Yusuf Singedekane, Lorong Purnawira, No 7, RT 21, Telanaipura, Kota Jambi. Kode Pos 36122. Developed by Ara.

    Mami188 | Vip555 | Dewi11 | Megasloto | Mega777 | Dewihoki | Mega338 | Megawin188 | Koko5000 | Ledak388 | Mega288 | Surga11 | Bighoki | Visitorbet | Rajalangit77 | Surga77 | Maxwin288 | Nagawin | Koko303 | Apigacor88 | Surga88 | Musangwin | Katakwin | Purislot | Indobet | Ratu303 | Surgaplay | Megawin777 | Supraslot | Semutwin | Interwin | Vip288 | Dewi288 | Ganas33 | Ovo88 | Satset138 | Api5000 | Mamen123 | Api33 | Vip333 | Kombo88 | Api88 | Megawin288 | Tumi123