SEKATO.ID, BATANG HARI — Persoalan kekeringan lahan persawahan dan sedimentasi sungai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Batang Hari. Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, menggelar audiensi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Jambi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jumat (16/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Batang Hari tersebut membahas persoalan sumber daya air, khususnya kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian serta sedimentasi yang berpotensi memengaruhi fungsi sungai.
Kedua persoalan ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas pertanian dan kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air. Kekeringan lahan persawahan membutuhkan penanganan yang mempertimbangkan ketersediaan serta distribusi air, sedangkan sedimentasi sungai perlu dikaji berdasarkan kondisi aliran dan fungsi sungai.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang Hari berupaya memperkuat koordinasi dengan BWS IV Jambi sebagai instansi teknis di bidang sumber daya air guna mencari alternatif penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan instansi teknis diharapkan dapat membuka jalan bagi penyusunan langkah penanganan yang terarah, baik untuk mengatasi persoalan kekeringan lahan persawahan maupun mengendalikan sedimentasi sungai.
Meski demikian, informasi mengenai lokasi persawahan yang terdampak, tingkat kerusakan atau sedimentasi, kebutuhan anggaran, serta jadwal pelaksanaan penanganan belum dirinci dalam keterangan yang tersedia.
Karena itu, tindak lanjut berupa kajian teknis, penentuan lokasi prioritas, dan penyusunan rencana kerja menjadi aspek penting untuk memastikan persoalan sumber daya air di Kabupaten Batang Hari dapat ditangani sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap koordinasi tersebut dapat mendukung keberlangsungan sektor pertanian, menjaga fungsi sungai, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(TN)












Discussion about this post