SEKATO | JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya telah siap menghadapi ancaman krisis pangan.
“Sekrisis apapun Kementan itu sudah ada program. Kalau beras, jagung, kalau memang harganya tidak bersahabat, potong semua pohon sagu yang ada,” ucapnya dikutip Tempo, Kamis (6/10).
Ia mengatakan Indonesia masih memiliki 5 juta hektare lahan pertanian sagu. Jika pohon sagu dipotong dari total 1 juta hektare, kata Syahrul, stoknya sudah bisa bertahan untuk satu hingga dua tahun ke depan.
“Makan sagu aja. Kita kompak-kompak saja,” ujarnya.
Kesiapan Indonesia menghadapi krisis pangan juga terbukti dari kenaikan ekspor produk pertanian tahun lalu sebesar 38 persen. Sedangkan selama Orde Baru saja, nilai ekspornya hanya naik 15 persen.
Syahrul apun yakin INdonesia siap menghadapi ancaman krisis pangan setelah Food and Agriculture Organization atau FAO menyatakan hal yang sama. “Tolong ini dibicarakan dengan keras. Jangan terus menerus diam-diam begini. Dikira pertanian kita apa adanya, enggak,” ucap dia.












Discussion about this post