SEKATO.ID | JAMBI- Sebanyak 64 petani sawit dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Sarolangun 29 orang, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat 35 orang telah selesai mengikuti pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan III dan IV yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) bekerja sama dengan Kementrian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) dari tanggal 23 Juni – 3Juli 2024 di Swissbell Hotel Kota Jambi.
Diketahui, Pelatihan bagi petani sawit di Jambi ini merupakan bagian dari program pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) 2024 yang dilaksanakan secara serentak oleh BPDPKS bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dan 15 Lembaga Penyelenggara Pelatihan dengan total peserta pelatihan sebanyak 6,437 orang dari berbagai Kabupaten Provinsi di Indonesia. Pembiayaan pelatihan berasal dari anggaran BPDPKS tahun 2024.
Ini merupakan pelatihan kedua yang dilakukan BPDPKS pada tahun 2024 ini, atau merupakan pelatihan penguatan angkatan III dan IV untuk di Jambi.
Pelatihan ini mengintegrasikan seluruh aspek dalam penguatan kelembagaan khususnya sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kompetensi, kemandirian dan daya saing produksi kelapa sawit dengan sasaran petani sawit Jambi.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia petani sawit khususnya di wilayah Provinsi Jambi.
“Hari ini penutupan pelatihan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit angkatan III dan IV, ini salah satu untuk kegiatan peningkatan SDM petani sawit kita yang harus segera kita lakukan karena di Jambi kelembagaan petani banyak yang bubar, awalnya dengan plasma-plasma yang ada dibangun oleh perusahaan, tapi ternyata setelah dibangun koperasi banyak yang bubar mungkin pendampingan yang kurang,” Agus Rizal usai menutup kegiatan pelatihan, Rabu (03/07) siang di Hotel Swissbell, Kota Jambi.
Agus Rizal menjelaskan, guna menjamin ketersediaan bahan baku untuk pabrik, harus melalui kelembagaan petani agar ada kemitraan yang sejajar sehingga bahan baku terjaga dan produksi Crude Palm Oil atau CPO meningkat.
Lebih lanjut, Agus menambahkan, selain untuk terbangunnya hubungan dengan pihak-pihak luar (pabrik), perlu adanya kelembagaan petani sawit yang kuat supaya selisih harga yang jauh ditingkat petani dan pabrik dapat ditekan.
“Harapan kita, setelah adanya penguatan kelembagaan ini (peserta, Red.) yang dilatih akan membangun, membuat lembaga tani kalau belum ada di tingkat desa, bekerja sama sekaligus meyakinkan kepala desa bahwa di tiap daerah di desanya yang punya sawit wajib punya kelembagaan petani, karena kita ingin supaya bahan baku terkumpul kemudian penguntungan disitu,” pungkasnya.
Usai dilaksanakan selama kurang lebih 11 hari, kegiatan pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan III dan IV telah resmi ditutup oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi pada Rabu, (03/07) siang dan masing-masing peserta pelatihan memperoleh sertifikat. (dar)












Discussion about this post