KERINCI – Ratusan orang jumlah wartawan yang sengaja datang kegedung dewan Kerinci di Ujung Ladang guna memenuhi undangan jumpa Pers yang disampaikan oleh pihak Setwan Kerinci, Jum’at (14/04/2023)
Sesampainya digedung dewan Kerinci, ternyata yang ditemukan hanyalah semacam bentuk himbauan dan ajakan dewan Kerinci agar wartawan bisa menjalin kerjasama dengan pemberitaan yang baik baik saja.
Undangan terhadap rekan Wartawan kali ini memiliki keunikan yang penuh tanda tanya besar karena hari ini ada rapat paripurna terkait paparan LKPJ akhir masa pemerintahan Adi Rozal selaku bupati Kerinci.
“Iya hari ini ada acara pembahasan LKPJ yang disampaikan oleh Bupati Kerinci tapi kelihatannya rapat yang sudah dimulai tertutup bagi umum dan rekan Wartawan tidak diperkenankan masuk keruang sidang”, ucap nya
Diduga keras, katanya bagi bagi amplop yang digelar oleh pihak Dewan bertujuan guna mengelabui wartawan terkait apa yang sedang terjadi didalam ruang sidang. “Bisa jadi dewan langsung mengiyakan apa yang disampaikan oleh pihak Eksekutif karena mengingat waktu masa puasa dan lebih lebih Idul Fitri sebentar lagi tiba”, tegasnya lagi.
Lanjut “Undangan Dewan hari ini sudah bentuk pembohongan terhadap Wartawan, jangan sampai kita dibohongi lagi dengan hasil rapat hari ini”.
Sementara itu, ditempat yang sama dengan kerasnya salah satu wartawan menyebut kan bagi bagi amplop digedung Dewan Kerinci hari ini tak lebih ketakutan perampok terhadap ancaman yang bisa menderanya secara hukum.
“Kasus tunjangan Rumdin dewan Kerinci masih berlanjut, bisa jadi fakta dipersidangan nantinya yang baru ditahan ternyata sebagai tersangka pengikut, sementara tersangka utamanya masih goyang kaki digedung yang terhormat Dewan Kerinci”, tegas nya
Kecurigaan ingin mengelabui Pers, katanya jelas terlihat pada acara yang digelar hari ini. “Jumpa Pers apa namanya bila hanya sekedar mendengar apa yang dimau oleh Dewan dan kemudian bagi bagi amplop seolah marwah kerja Pers bisa diukur dengan uang 150 ribu”, Tambah nya
Lagi pula, katanya cara pembagiannya juga sudah bentuk pelecehan terhadap Lembaga Pers sebagai pilar keempat demokrasi dan pembangunan di Republik ini.
“Tak ubahnya seperti petugas Desa bagi bagi BLT kepada fakir miskin cara Dewan Kerinci ingin berbagi asah, asih dan asuh dengan mitra sejajarnya disebut Pers atau Lembaga Pers”, ucap nya sambil api-api
Sementara amplop yang isinya 150 ribu masih kurang dan banyak yang tidak mendapat, belum lagi yang sengaja tidak menanda tangani absen dengan niat tak mau kecipratan uang aduhainya dari dewan.
“Ini bentuk pengelabuan dan pelecehan terhadap kerja Pers yang suatu saatnya mesti bisa dipertanggung jawabkan oleh dewan Kerinci”, pungkas nya.
(*Rgk)












Discussion about this post