SEKATO.ID, JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana memastikan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II akan berlangsung lebih cepat dengan mengacu pada hasil evaluasi tahap pertama. Selain mempercepat proses pelaksanaan, pemerintah juga akan memperkuat sistem pelaporan agar program berbasis masyarakat tersebut berjalan semakin akuntabel.
Menurut Maulana, Kampung Bahagia Tahap I telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tidak hanya menghadirkan ratusan pembangunan fisik, program tersebut juga berhasil menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan lingkungannya.
“Tahap pertama telah melahirkan lebih dari 700 kegiatan pembangunan infrastruktur, ribuan kegiatan sosial, dan ratusan program pemberdayaan ekonomi. Ini menjadi modal penting untuk melanjutkan program di tahap kedua,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh RT yang mengikuti program akan kembali melalui tahapan sosialisasi, rembuk warga, pembentukan kelompok kerja (Pokja), penetapan skala prioritas hingga penyusunan proposal. Pemerintah menargetkan seluruh proposal rampung pada September sehingga anggaran dapat disalurkan pada Oktober.
Berbeda dengan tahap pertama yang pelaksanaannya bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri, pelaksanaan tahap kedua dinilai memiliki waktu yang lebih ideal sehingga seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Hasil evaluasi menunjukkan kendala terbesar sebelumnya adalah faktor waktu. Karena itu, tahap kedua kita mulai lebih awal agar seluruh proses berjalan lebih efektif,” kata Maulana.
Ia juga mengungkapkan tingginya semangat gotong royong masyarakat menjadi salah satu capaian terbesar Program Kampung Bahagia. Di sejumlah wilayah, nilai swadaya masyarakat bahkan melampaui dana bantuan yang diberikan pemerintah.
Salah satunya terjadi di RT 38, Kelurahan Simpang Tiga Sipin. Dengan bantuan program sebesar Rp100 juta, masyarakat berhasil menghimpun swadaya hingga sekitar Rp247 juta sehingga total nilai pembangunan mencapai Rp347 juta.
“Partisipasi masyarakat luar biasa. Ada yang menyumbang uang, menghibahkan tanah, hingga memberikan bantuan material. Ini menunjukkan pembangunan bukan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga lahir dari kepedulian warga,” ungkapnya.
Meski demikian, Maulana mengatakan masih ada beberapa RT yang belum ikut serta dalam program karena mempertimbangkan kondisi wilayahnya, seperti persoalan status lahan atau kawasan yang belum memungkinkan untuk dilakukan pembangunan fisik.
Dalam pelaksanaan tahap kedua, Pemerintah Kota Jambi juga akan memperkuat aspek administrasi. Seluruh Pokja akan mendapat pendampingan dari Inspektorat agar proses pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan ketentuan.
Untuk menjaga transparansi, dana program tidak dicairkan dalam bentuk tunai kepada Pokja. Seluruh pembayaran dilakukan secara nontunai langsung dari rekening program kepada penyedia barang atau jasa berdasarkan dokumen dan invoice yang telah diverifikasi.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya hasil fisiknya, tetapi juga tata kelola yang baik. Karena itu, seluruh transaksi dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Maulana.
Dengan berbagai penyempurnaan tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis Kampung Bahagia Tahap II akan memberikan dampak yang lebih besar dalam mendorong pembangunan lingkungan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup warga di setiap RT.
(IMG)








Discussion about this post