SEKATO.ID, JAMBI– Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Pelayangan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, LAM Pelayangan sukses menyabet gelar Juara Umum Lomba Seloko Tingkat Kota Jambi Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Adat Melayu Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.
Kompetisi yang berlangsung pada 8–9 Juli 2026 di Aula Balai Adat LAM Kota Jambi itu diikuti perwakilan LAM dari seluruh kecamatan di Kota Jambi. Dalam ajang tersebut, LAM Pelayangan tampil gemilang dengan meraih Juara I cabang Serah Terimo Ulur Antar Adat serta Juara III cabang Buka Tabir Lanse, yang mengantarkan mereka keluar sebagai juara umum.
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi LAM Kecamatan Pelayangan. Gelar juara umum yang selama ini menjadi target akhirnya berhasil diraih berkat kerja keras, latihan yang konsisten, serta kekompakan seluruh peserta dan pembina.
Ketua LAM Kecamatan Pelayangan, Datuk Abdul Rahim, mengaku haru dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kemenangan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga bukti bahwa generasi pelestari adat di Kecamatan Pelayangan mampu tampil sebagai yang terbaik di tingkat kota.
“Alhamdulillah, ini pencapaian yang luar biasa dan menjadi sejarah bagi LAM Kecamatan Pelayangan. Saya sebagai Ketua LAM Pelayangan merasa sangat haru dan bahagia atas keberhasilan ini,” ujar Datuk Abdul Rahim usai penutupan lomba, Kamis (9/7), didampingi Ketua Kelompok Belajar Adat Cinto Budayo Kecamatan Pelayangan, Datuk Halim.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai, mempelajari, dan melestarikan adat istiadat Melayu Jambi yang diwariskan para leluhur.
Sementara itu, Ketua LAM Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi, Datuk Aswan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam perlombaan. Menurutnya, tingginya antusiasme dari seluruh kecamatan menunjukkan bahwa semangat menjaga dan mengembangkan budaya Melayu Jambi masih sangat kuat.
“Selamat kepada para pemenang. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berkarya, berjuang, dan melestarikan budaya Melayu Jambi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” kata Datuk Aswan saat menutup kegiatan.
Lomba Seloko sendiri merupakan salah satu upaya LAM Kota Jambi dalam menjaga eksistensi warisan budaya Melayu, khususnya tradisi bertutur melalui seloko adat yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan, etika, serta kearifan lokal.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri pada Lomba Seloko Adat Tingkat Kota Jambi 2026, para peserta terbaik berhasil ditetapkan sebagai pemenang pada dua cabang perlombaan.
Pada cabang Lomba Buka Tabir Lanse, juara pertama diraih oleh Kecamatan Danau Teluk, disusul Kecamatan Telanaipura di posisi kedua dan Kecamatan Pelayangan sebagai juara ketiga. Sementara itu, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Kotabaru, dan Kecamatan Alam Barajo masing-masing menempati peringkat harapan I, II, dan III.
Sedangkan pada cabang Lomba Ulur Antar Serah Terimo Adat, Kecamatan Pelayangan berhasil tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Kecamatan Jelutung, diikuti Kecamatan Alam Barajo sebagai juara ketiga. Adapun peringkat harapan I hingga III masing-masing diraih oleh Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Paal Merah, dan Kecamatan Danau Teluk.
Melalui kompetisi ini, LAM berharap lahir generasi penerus yang tidak hanya mampu memahami seloko adat, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai identitas masyarakat Melayu Jambi.
(*/ARA)








Discussion about this post