SEKATO.ID, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Kesehatan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Publikasi Data Stunting Kota Jambi Tahun 2025. Rakor ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, dan dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kota Jambi, Staf Ahli Wali Kota, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait.
Dalam rakor ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Fahmi, menyampaikan tren stunting hasil pengukuran tahun 2025. Menurut Fahmi, terjadi penurunan kasus stunting dari 376 menjadi 350. Namun, peningkatan tertinggi terjadi di Paal Merah dari 38 kasus menjadi 54 kasus.
Wakil Wali Kota Diza menekankan pentingnya evaluasi untuk merumuskan intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran. “Data yang tersaji ini akan menjadi dasar utama kita untuk mengevaluasi strategi dan program percepatan penurunan stunting yang telah dilakukan sejauh ini,” tegasnya.
Diza juga menyoroti peningkatan kasus stunting di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Alam Barajo, Kelurahan Simpang Rimbo. “Ini bahayanya terhadap imun dan fungsi organ hingga fungsi otak. Jadi mohon untuk rekan-rekan untuk tidak menyepelekan hal ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Diza juga menyampaikan target prevalensi stunting sebesar 9,38 persen pada akhir tahun 2025. “Tugas kedepan semakin menantang dan Pemkot Jambi telah menetapkan target yang jelas dalam RPJMD,” ucapnya. Ia menambahkan, “Tiap anak di Kota Jambi adalah tanggung jawab kita untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas dan menjadi kebanggaan kota Jambi.”
Diza berharap agar seluruh jajaran dapat meningkatkan komitmen dan melakukan aksi nyata untuk menurunkan angka stunting. “Mari kita luruskan niat, kuatkan komitmen dan jadikan pertemuan ini sebagai awal dari aksi nyata yang lebih masif,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut strategis, Pemerintah Kota Jambi akan menganalisis mendalam wilayah prioritas di Kecamatan Paal Merah yang memiliki angka tertinggi peningkatan kasus stunting. “Oleh karena itu, saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran, terutama TP3S segera menindaklanjuti data ini, buatlah rencana aksi mikro per Kelurahan yang melibatkan tokoh masyarakat. Dan pastikan setiap kegiatan stunting diselesaikan dengan tuntas,” pungkas Wawako Diza.
(Ara)












Discussion about this post