SEKATO.CO.ID | TEBO — Pada umumnya pesta pernikahan dilaksanakan ditempat yang kering dan bebas dari air. Namun tidak untuk pesta pernikahan satu ini.
Hari bahagia pasangan pengantin Huzil Asbari dan Windi Oktavia digelar diatas air. Pasalnya lokasi pesta pernikahan mereka terkena banjir.
Banjir yang terjadi merupakan luapan air Sungai Batanghari. Sungai Batanghari ini meluap sekitar dua hari sebelum hari H pernikahan.
Pihak keluarga tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini, mereka harus ikhlas dan menerima apa yang terjadi.
Khairul Atasi keluarga pengantin menyebut jika pihaknya sudah dari jauh hari menentukan tanggal pernikahan kemenakan mereka ini yaitu 7 Januari 2023.
Undangan telah disebar oleh keluarga jauh hari sebelum terjadinya banjir ini. Selain itu, tenda dan persiapan lainnya juga telah siap 100 persen.
“Air meluap dua hari sebelum pesta, dan persiapan telah 100 persen makanya kita langsungkan pernikahan ini meski ditengah banjir,” kata Khairul Atasi.
Pernikahan pasangan ini digelar di Desa Teluk Rendah Ulu Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi.
Meski digelar ditengah derasnya arus air, namun pesta tetap digelar dengan meriah. Ratusan tamu undangan datang keacara tersebut. Mereka datang dengan pakaian seperti layaknya pergi kondangan, namun mereka tidak menggunakan alas kaki atau sepatu yang bagus. Mereka hanya menggunakan alas kaki seadanya, selain itu celana dan gaun terpaksa disinsingkan.
Di Desa Teluk Rendah ini, ribuan rumah sudah terendam banjir. Banjir yang meluap tak hanya merendam rumah namun fasilitas sosial dan fasilitas umum juga ikut terendam bahkan banyak kebun warga yang gagal panen.
Warga berharap agar pemerintah membantu mereka, sebab kondisi banjir saat ini melumpuhkan perekonomian mereka.
“Tolong kami, akses jalan kami sudah lumpuh,” kata warga. (*)












Discussion about this post