SEKATO.CO.ID | JAMBI- Gubernur Jambi, Al Haris, geram mendengar kabar insiden di RSUD Raden Mattaher, Jambi, yang menolak pasien. Terkait kejadian itu, Al Haris berkomitmen melakukan evaluasi ke manajemen rumah sakit plat merah itu.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur Al Haris usai melakukan sidak ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Raden Mattaher malam hari, Rabu (02/08/2023).
“Iyalah, sangat menyesali, yang tidak enak itukan ketika (pasien) disuruh pulang tidak dirawat lagi pasca operasi lalu meninggal, kronologisnya itu yang pemerintah merasa kurang enak, kita merasa tidak maksimal dengan masyarakat. Iya ini akan kita evaluasi,” kata Al Haris.
Mantan Lurah Teladan era tahun 2004-2005 itu melakukan sidak ke RSUD Raden Mattaher, pasca mendapatkan aduan penolakan pasien oleh rumah sakit. Laporan aduan ini disampaikan salah satu anggota DPRD Provinsi Jambi saat rapat paripurna.
Gubernur Al Haris sangat menyayangkan kejadian itu. Terutama penolakan terhadap pasien yang akhirnya berujung pada kematian.
Ia menegaskan pemerintah tak menghendaki situasi seperti ini. Setiap pasien yang datang ke RSUD Raden Mattaher harus mendapatkan perawatan yang sesuai.
“Tadi salah satu anggota dewan menyampaikan keluhannya, ada warga pasca operasi disini lalu pulang dan dirumah kambuh lagi, lalu ke rumah sakit lagi, sampai disini (RSUD Raden Mattaher) dirawat sebentar lalu disuruh pulang, alasannya penuh,” ungkap Al Haris kepada awak media.
Menurut Doktor jebolan Institut Pemerintahan Dalam negeri itu, kondisi begini tak diharapkan. Semua pasien yang membutuhkan perawatan di RSUD Raden Mattaher harus mendapatkan pelayanan yang baik.
Ia menegaskan bahwa RSUD Raden Mattaher memiliki kewajiban untuk melayani seluruh warga Jambi tanpa terkecuali.
“Intinya tidak ada rumus kita menolak pasien, kecuali pasien itu yang minta pulang dengan surat pernyataan, silakan saja. Tugas dari kita Pemerintah rumah sakit umum melayani seluruh warga Jambi dari manapun,” tegas Al Haris.
Gubernur Al Haris menekankan penolakan pasien seperti ini tak akan dibiarkan. Haris mengancam bakal mengevaluasi manajemen RSUD Raden Mattaher. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Jambi.(*)












Discussion about this post