SEKATO.CO.ID | JAKARTA – Anies Baswedan menyatakan Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusunya menjadi bakal calon presiden sampai saat ini masih solid. Ia mengatakan tak ada tanda-tanda perubahan pascapertemuan Partai Demokrat dengan Partai Gerindra pada pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani sempat menggoda Partai Demokrat lewat pantun untuk bergabung. Demokrat pun dikabarkan siap membuka diri dengan koalisi baru.
Lantas, apakah pertemuan Demokrat dan Gerindra itu akan mengubah peta koalisi?
“Koalisi solid, alhamdulillah,” kata Anies di Yogyakarta Senin 24 Juli 2023.
Ditanya kemungkinan AHY ditarik masuk koalisi lain, Anies membantahnya.
“Enggak, masih solid kok, aman,” kata dia.
Soal Demokrat yang digoda Gerindra, Anies mengatakan itu justru menunjukkan komunikasi yang bagus dan harus terus dibangun.
“Teman-teman di Demokrat memang terus berkomunikasi dengan partai lain, namun pilihan sikap itu tidak berubah,” kata dia. “Inilah demokrasi yang dewasa bahwa pilihan boleh berbeda tapi silaturahmi jalan terus.”
Anies mengatakan pertemuan antarparpol hal yang sangat wajar meski beda pilihan.
“Karena kita selama ini kalau pilihan berbeda terus tak tampil di depan publik bersama, sehingga ketika bisa tampil depan publik itu seperti sesuatu yang aneh,” kata dia.
Sebelum bersilaturahmi dengan Partai Gerindra, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY juga bertemu dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Dalam pertemuan itu, Puan bahkan menyebut AHY sebagai salah satu kandidat di bursa bakal calon wakil presiden untuk Ganjar Pranowo yang diusung partainya.
Pertemuan Partai Demokrat dengan partai lain di luar koalisi perubahan itu dinilai sebagai langkah untuk bermanuver sebelum Anies mengumumkan bakal cawapresnya.
Seperti diketahui, Koalisi Perubahan dan Persatuan terdiri dari Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat. Mereka sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Partai Demokrat meminta Anies segera mengumumkan bakal cawapres mengingat waktu yang Pemilu yang kian dekat.
AHY mengungkapkan alasannya kenapa Partai Demokrat mendesak Koalisi Perubahan untuk Persatuan untuk segera mengumumkan nama bakal cawapres sebagai pendamping Anies.
Selain itu, AHY juga menyinggung ada yang bakal pergi jika namanya diumumkan sebagai cawapres Anies.
AHY menyatakan Partai Demokrat sudah berupaya agar Koalisi Perubahan segera mengumumkan cawapres. Sebab, kata dia, waktu merupakan salah satu sumber daya yang berharga.
“Seberapa kuat pun kita berupaya menyegerakan ini, saya memahami politik adalah politik dengan intrik dan dinamikanya. Tiap orang punya kepentingan dan agendanya,” kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jumat, 14 Juli 2023.
(Tempo)












Discussion about this post