SUNGAIPENUH – Setelah turun bersama dengan penyidik Kejari Sungai Penuh, Sabtu, 25 Februari 2023 pekan kemarin. Senin, 27 Februari 2023, auditor BPK-RI masih melakukan audit di proyek stadion mini kecamatan Sungai Bungkal, tahun anggaran 2022.
“Senin kemarin masih terlihat BPK-RI di stadion mini. Terlihat fokus dan serius mereka bekerja ,” ujar sumber warga Sungai Akar, Desa Pelayang Raya kepada wartawan.
Zoni Irawan Direktur LSM Geger meminta BPK – RI untuk melakukan audit pada item sirtu, pupuk kandang dan rumput di stadion mini. Pasalnya, menurut pengamatannya di lapangan, tidak terlihat sirtu dan pupuk kandang dilokasi tersebut.
“Di RAB ada pekerjaan sirtu sebanyak 600 M3, pasir urug campur pupuk kandang sebanyak 300 M3. Ini yang tidak terlihat dilokasi,” ujar Zoni
“Dilokasi ada 1 unit mobil pick up yang mengangkut pasir dan pasir itu disebarkan kelapangan. Malah, saat pasir disebarkan ada terlihat sisanya dan sisa ini dibawa kembali oleh mobil pick up tersebut,” ujarnya
Sumber lainnya, mengungkapkan, sirtu ada didatangkan kelokasi proyek tersebut, namun, jumlah yang diperkirakannya sebanyak 30 mobil dumtruk.
“Sirtu ada didatangkan dari Sulak. Dibeli kepada pak Torik, jumlahnya sekitar 30 mobil,” ujarnya
Menyikapi hal tersebut, Zoni mengungkapkan, apabila sirtu hanya didatangkan 30 mobil, maka paling banyak sirtu yang dipasang kurang dari 200 M3.
“Kalau 30 mobil dumtruk yang didatangkan. Isi dumtruk paling banyak 8 M3. Berarti sirtu itu 240 M3 dalam kondisi tidak padat. Kalau dipadatkan, paling 200 M3 yang terpasang,” ujarnya
Bedasarkan hitungan tersebut, apabila harga satuan sirtu Rp. 500 ribu, maka, terdapat kerugian negara sebesar Rp. 200 juta.
“Rp. 200 kita itu baru sirtu, belum yang lainnya, pasir urug campur pupuk kadang dan pemasangan rumput juga kita duga tidak sesuai spesifikasi,” terangnya (*/Rgk)












Discussion about this post