SEKATO.ID | JAMBI – Sudah dua tahun sejak Indonesia berjuang melawan Covid-19, segala sektor mengalami perubahan yang sangat signifikan. Baik itu kesehatan, pekerjaan, lingkungan sosial, hingga ekonomi. Banyak yang sudah terlewati hingga akhirnya pada tahun 2022 ini masyarakat Indonesia beradaptasi dan hidup berdampingan dengan Covid-19.
Perlahan segala macam cara untuk pemulihan dalam berbagai bidang dilakukan. Tidak hanya orang dewasa saja yang berusaha melakukan pemulihan, namun juga para remaja, pemuda-pemudi Indonesia turut andil dalam kebangkitan berbagai faktor, pekerjaan, kesehatan, ataupun enterpreneur yang dapat membantu pemulihan secara ekonomi.
Tanpa disadari, ada hikmah dibalik pandemi Covid-19 ini, pembatasan ruang gerak dimuka umum namun melahirkan sisi kreativitas dari para anak muda Indonesia.
Dengan memanfaatkan teknologi dan sosial media sebagai lahan pemasaran dari karya-karya mereka, menjadikan teknologi yang berkembang memiliki dampak positif. Bakat dan semangat yang dimiliki oleh para pemuda-pemudi ini melahirkan karya-karya yang luar biasa, mereka tidak berhenti menghasilkan karya ditengah pandemi Covid-19 ini.
Salah satu platform media sebagai wadah pengembangan kreativitas dan bakat pemuda-pemudi khususnya bagi kota Jambi, yaitu Rumah Basama.
Tercetusnya platform ini sebagai tempat perkembangan kreativitas pemuda-pemudi Kota Jambi berawal dari minimnya platform yang menyediakan ruang atau tempat bagi karya-karya dari anak muda kota Jambi.
Rumah Basama berdiri pada 1 januari 2021, setahun merupakan usia muda bagi platform ini, tidak hanya berfokus pada satu bidang, namun Rumah Basama menampung berbagai karya dari segala bidang.
Selayaknya rumah yang memiliki ruang-ruang, maka Rumah Basama pun memiliki ruangan. Beberapa ruang dalam Rumah Basama yaitu, Ruang Utama; pengenalan mengenai Rumah Basama, visi misi dan alasan terciptanya Rumah Basama.
Pada ruang ini nantinya akan diarahkan kepada teman-teman untuk menuju ke ruangan mana sesuai dengan bakat dan minat. Ruang Belajar; pada ruangan ini terdapat aktivitas layaknya belajar, menghasilkan karya dan semacamnya.
Ruang Kerja; pada ruangan ini akan dikenalkan mengenai beberapa kegiatan yang dilakukan orang Rumah Basama. Ruang Produksi; ruang ini merupakan tempat sebagai output dari karya-karya yang telah dibuat pada Ruang Belajar. Dan terakhir ada Ruang Bermain; ruang paling seru! Karena kita dapat bermain dan tetap mengahasilkan karya sesuai dengan waktu dan tema yang bisa kita tentukan sendiri.
Setelah mengetahui ruang-ruang dalam Rumah Basama, maka ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Seperti Duduk Basama; merupakan kegiatan untuk menambah teman dan wawasan, acara semacam workshop ini mengundang tokoh-tokoh inspiratif dari Kota Jambi untuk berbagi pengalam juga tips dan trik untuk melahirkan sebuah karya baru ataupun melakukan pencapaian.
Membangun Basama; sebagai kegiatan untuk berbagi kebaikan, terutama pada bidang literasi seperti acara menulis bersama. Karena dengan menulis kita bisa melakukan apa saja.
Cerita Basama; ini adalah kegiatan untuk memperkenalkan orang-orang berbakat yang menghasilkan karya-karya luar biasa yang diharapkan dapat memotivasi dari teman-teman Basama untuk tidak berhenti berkarya.alu ada Basama Bercerita; sekilas mirip seperti cerita basama namun memiliki kegiatan yang berbeda.
Kegiatan ini berisikan diskusi ringan mengenai berbagai hal yang patut untuk diceritakan. Dan terakhir, Basama Berkarya; kegiatan ini adalah melakukan dan menghasilkan karya yang dilakukan bersama teman-teman Rumah Basama. Hal yang rutin dilakukan adalah Nulis Bareng, karena dengan menulis kita bisa melakukan apa saja.
Sebagian kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Basama pada masa pandemi adalah dengan cara online. Pandemi Covid-19 tidak menghalangi langkah gerak Rumah Basama dan teman-teman basama untuk berkarya dan membantu pemulihan pasca pandemi Covid-19. (Oleh: Cut Aziza Dewi)












Discussion about this post